Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Barito KualaKabar Banua

Batola Siaga Darurat Karhutla

×

Batola Siaga Darurat Karhutla

Sebarkan artikel ini
Hal 2 Marabahan 4 klm
PETUGAS - Dari BPBD Batola memadamkan kebakaran lahan. (KP/Ist)

Marabahan, KP – Mulai masuk pada puncak kemarau bulan Agustus hingga September menurut BMKG, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus gencar melakukan patroli untuk memantau titik api yang ada di dua kecamatan yakni Jejangkit dan Kuripan.

Bahkan dari awal Juli BPBD Batola terus me update kejadian kebakaran lahan yang ada di Batola.

Kalimantan Post

“Titik api atau hot spot ada dua kecamatan Jejangkit dan Kuripan, biasanya ada titik hot spot dari BMKG dan itu di update terus, dan untuk Batola sementara masih terkendali,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Batola Budimansyah S.Sos saat di temui Rabu (2/8) di ruang kerjanya.

Masih di jelaskan pak Kalak BPBD Batola, titik api yang ada di dua kecamatan sudah bisa diatasi dengan melakukan pemadaman.

Lahan yang terbakar lumayan luas, sedikitnya ada 60 hektar lahan yang terbakar di dua kecamatan tersebut.

Sementara kendala yang di hadapi di lapangan medan titik lokasi kebakaran yang cukup merepotkan satgas darat, sehingga tidak sampai pada titik lokasi kebakaran.

“Kalau untuk peralatan seperti mesin pompa air, selang air sudah siap semua dan stand bye, bahkan sudah ada posko gabungan karhutlah,” katanya.

BPBD Batola juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penangganan bencana, khususnya saat ini adalah bencana karhutlah di beberapa kecamatan di wilayah kabupaten Batola.

“Saat ini untuk status di Batola masih status siaga darurat karhutlah, sambil melihat perkembangan,” ungkap Kalak BPBD Batola.

Himbauan dari Pemkab Batola di utarakan Budimansyah, agar masyarakat dalam pembukaan lahan atau apakah itu, jangan dilakukan dengan membakar, termasuk juga para petani sebentar lagi memasuki musim panen, setelah melakukan panen jeraminya jangan juga di bakar.

“Iya artinya hati- hati, kita sama-sama waspada untuk mencegah terjadinya karhutlah di wilayah batola,” pungkasnya. (ang/K-6)

Iklan
Iklan