Banjarbaru,KP- Video viral terkait keraguaan keaslian beras yang dibagikan Pemerintah Kota Banjarbaru. Video yang beredar berdurasi 1 menit 49 detik tersebut telah diunggah ke platform media sosial telah menuai pandangan miring terkait beras bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru.
Bahkan beberapa netizen Banjarbaru menduga bahwa beras yang mereka terima tidak berkualitas atau bahkan diasumsikan tidak layak untuk dikonsumsi.
Menanggapi hal tersebut, Camat Landasan Ulin, Bambang Supriyanto menegaskan, bahwa beras bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Bulog yang didistribusikan di Kelurahan Landasan Ulin Timur merupakan beras yang layak untuk dikonsumsi oleh warga.
“Jadi kami menghimbau kepada seluruh warga khususnya Kecamatan Landasan Ulin untuk tidak ragu mengkonsumsi beras bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru, yang disalurkan melalui Bulog,” tegasnya Kamis (12/10/2023)
Lanjut Bambang, untuk beras yang dibagikan oleh Bulog tersebut sesuai informasi dari Kepala Bulog Perwakilan Kalimantan Selatan, yakni jenis beras Ramos merupakan beras jenis IR 64 yang merupakan varietas paling umum ditanam di Indonesia dan paling banyak digemari.
“Dari pihak pembuat video viral beras tersebut telah kami panggil ke Kecamatan, jadi kami pertemukan dengan Kepala Bulog Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh pejabat Bulog, Kapolsek Liang Anggang, Danramil Liang Anggang, Lurah Landasan Ulin Timur dan Ketua Forum RT RW Kecamatan Landasan Ulin,” ucapnya.
Masih kata Bambang, sang pembuat video viral tersebut melihat langsung pembuatan beras yang dimasak, yang dipraktikkan dan diuji langsung oleh Manajer Pengadaan Bulog sekaligus menyakinkan bahwa beras pembagian tersebut sangat layak untuk dikonsumsi.
“Dari hasil pertemuan di Kantor Kecamatan Landasan Ulin, sang pembuat video viral tersebut akhirnya meminta maaf kepada masyarakat luas atas beredarnya video tersebut,” ujarnya.
Diinformasikan, beras jenis IR hasil dari bantuan melalui Bulog ini memang teksturnya pulen dan lengket sekaligus lembek. Jadi apabila dilempar tidak rusak namun sangat layak untuk konsumsi, berbeda teksturnya dengan beras lokal yang dijual dipasaran. (Dev/K-3)















