Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Atasi Banjir Kawasan Kayu Tangi, PUPR Bangun 4 Embung Baru

×

Atasi Banjir Kawasan Kayu Tangi, PUPR Bangun 4 Embung Baru

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 Klm Sungai
BANGUN EMBUNG- Pembangunan 4 buah embung di Kampus ULM diharapkan mampu mengatasi banjir di Kawasan Kay Tangi Banjarmasim.

Banjarmasin, KP – Untuk mengatasi genangan banjir baik akibat hujan lebat dan Rob di kawasan Kayu Tangi, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Banjarmasin berencana membangun 4 embung baru.

Lokasi 4 buah embung ini berada semuanya di dalam lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Jalan Brigjen Hasan Basri Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kalimantan Post

Anggaran untuk masing-masing embung ini sekitar 400 juta dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Desember mendatang.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan alasan dipilihnya kawasan Universitas Lambung Mangkurat sebagai lokasi pembangunan embung karena lokasinya yang dataran rendah dan sering langganan banjir.

Selain itu, dalam kawasan ini terdapat muara Sungai Kedaung yang menjadi salah satu titik penyebab banjir yang merendam jalan Hasan Basri.

“Kita melakukan upaya pengendalian banjir di kawasan Kayu Tangi dengan membangun embung, saluran air hingga pintu-pintu air dalam rangka mengendalikan sungai Kedaung”
kata Suri Sudarmadiyah.

Disebutnya pengendalian banjir ini telah memiliki PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang membuat kawasan kampus ULM menjadi penyokong dan pengendali banjir untuk kawasan Kayu Tangi dan sekitarnya.

Sementara, Kabid Sungai PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni mengatakan pengendalian banjir Kawasan Kayu Tangi bakal membangun 4 embung dan 9 kolam.

Untuk 1 buah embung di sebelah gedung Pasca Sarjana ULM sudah selesai, tinggal pengerjaan 3 buah embung lainnya.

Disebutnya dengan pembangunan 4 buah embung ini dapat mengatasi genangan air di Kawasan Kayu Tangi lebih cepat.

“Kalau biasanya genangan air surut dalam tempo 3 jam lebih, mudah-mudahan dengan 4 buah embung dan pintu air di Sungai Kedaung dapat surut sekitar 30 menit saja” tutur Hizbul Wathoni. (mar/K-3)

Baca Juga :  Wali Kota Lantik Dewas Perumda Pasar, Tekankan Pengawasan Harus Turun ke Lapangan
Iklan
Iklan