Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

LPI 2025 BI Diluncurkan, Ekonomi 2026 Diprediksi Tumbuh 4,9-5,7 Persen

×

LPI 2025 BI Diluncurkan, Ekonomi 2026 Diprediksi Tumbuh 4,9-5,7 Persen

Sebarkan artikel ini
IMG 20260129 WA0007 e1769642157540
EKONOMI - Peluncuran LPI 2025 secara daring yang memprediksikan pertumbuhan ekonomi 4,9-5,7 persen. (Kalimantanpost.com/repro humas Kalteng).

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, yang mengangkat tema “Tangguh dan Mandiri, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, Rabu (28/1/2026).

Laporan ini mengulas evaluasi dan prospek ekonomi global dan domestik, serta pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia pada 2025 dan arah bauran kebijakan pada 2026.

Kalimantan Post

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan tiga hal penting, yaitu optimisme, komitmen, dan sinergi. Optimisme perlu terus dibangun dan diperkuat sehingga dapat memperkuat prospek perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5%, dan akan meningkat menjadi 4,9-5,7% pada 2026 dan terus naik menjadi 5,1-5,9% pada 2027.

Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

Komitmen perlu diperkuat untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi nasional. Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas.

Disisi lain, sinergi juga perlu terus diperkuat untuk lima area penting, yakni memperkuat stabilitas perekonomian, mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan pembiayaan perekonomian, dan mengakselerasi digitalisasi.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap waspada terhadap berbagai gejolak dan ketidakpastian serta dampak rambatannya ke perekonomian domestik.

Laporan itu merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 ayat (7) dari UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Baca Juga :  Pajak Alat Berat 2025 Lampaui Target, Sumbang PAD Kalsel Rp 24 Miliar

LPI 2025 harapanya jadi referensi utama yang kredibel dan berkualitas tentang perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia, sinergi bauran kebijakan nasional, dan arah bauran kebijakan Bank Indonesia.

Sementara itu, staf ahli Gubernur Yuas Elko menghadiri peluncuran tersebut secara daring di BI Perwakilan Kalteng bersama Kepala Perwakilan BI dan sejumlah pejabat terkait. (drt/ist/KPO-4).

Iklan
Iklan