BANTEN, Kalimantanpost.com;- Wartawan perempuan biasanya lebih luwes dalam menembus narasumber.
“Wartawati memiliki sejumlah keunggulan dalam menjalankan profesi diantara . lebih luwes dalam menembus narasumber dan didukung oleh beberapa faktor pendekatan interpersonal,” papar Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir pada acara Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Kantor Gubernur Banten di Kota Serang, pada Sabtu (7/2/2025).
Acara tersebut diinisiasi Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan.PWI Pusat ini diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan dibuka Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah.
Acara dilanjutkan dialog dengan narasumber Rosiana Silalahi. CEO KompasTV itu berbagi kiat sukses menjadi wartawati.
Rosiana yang mengawali karir sebagai wartawan TVRI menyatakan tantangan menjadi wartawan atau presenter televisi pasti ada.
“Dibalik sukses, ‘wau’, keren, dan sebagainya, ada tanggung jawab besar menjadi wartawati. Jalani sepenuh hati dan sebisa mungkin lampaui dari apa yang ditugaskan kepada kita dari pimpinan,” paparnya.
Rosi juga mengingatkan para pemilik media yang saat ini bermunculan di daerah agar tidak melakukan ‘pencomotan’ produk jurnalistik pihak lain. Menurut dia, ada ribuan produk jurnalistik Kompas TV yamg dicomot secara tidak bertanggungjawab.
Bahkan, lanjutnya, produk tersebut ditampilkan lagi dalam konteks yang berbeda. Ia menyarankan, perusahaan pers daerah membuat produk jurnalistik yang mengangkat kekhasan yang dimiliki daerahnya atau tampil beda dengan media lain.
Ia meyakini produk jurnalistik yang tampil berbeda akan lebih mudah bersaing. (nau/KPO-3)















