BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Penanganan yang cepat dan tepat pada saat terjadi kecelakaan kerja menjadi salah satu kunci untuk mencegah risiko kecacatan maupun komplikasi.
Berangkat dari pentingnya hal tersebut, Amanah Medical Centre bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar Corporate Gathering bertema “A Safe and Healthy Working Environment” yang mengangkat topik Penanganan Pertama Cedera Kerja, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 12 Amanah Medical Centre ini mempertemukan perwakilan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari praktisi Human Resources (HR), Health, Safety and Environment (HSE), hingga dokter perusahaan.
Tentunya forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan perlindungan tenaga kerja melalui penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Sebagai rumah sakit yang dipercaya menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK), Amanah Medical Centre menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perusahaan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan menyeluruh bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja.
Direktur Amanah Medical Centre, Apt Hj Hestri Diah Rokhmani, MPH mengatakan upaya membangun lingkungan kerja yang aman memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari fasilitas kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga dunia usaha.
“Kami percaya lingkungan kerja yang aman dan sehat harus dibangun melalui kolaborasi yang kuat antara fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan dunia usaha. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam memberikan penanganan pertama pada kecelakaan kerja sehingga risiko kecacatan maupun komplikasi dapat diminimalkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari dokter spesialis Amanah Medical Centre dr Muhammad Ichwan Noorrafiqi, Sp.OT, membahas penanganan trauma muskuloskeletal yang sering terjadi akibat kecelakaan kerja.
Sementara itu, dr Audi Ardansyah, SpBS, Subsp.N-Vas (K), mengulas penanganan cedera kepala dan pentingnya mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini. Jalannya diskusi dipandu oleh dr. Rohmantuah Trada Purba, Sp An-TI.
Selain materi medis, peserta juga diajak memahami pentingnya sistem rujukan yang efektif agar korban kecelakaan kerja dapat memperoleh penanganan lanjutan secara cepat. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan ketika menghadapi kondisi darurat di tempat kerja.
Corporate Gathering ini juga menjadi momentum mempererat hubungan kemitraan antara Amanah Medical Centre dengan BPJS Ketenagakerjaan beserta perusahaan-perusahaan peserta. Kehadiran Owner Amanah Medical Centre, H Imam Abror dan Sunarti Imam Abror, turut menunjukkan dukungan terhadap penguatan kolaborasi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi para pekerja di Kalimantan Selatan.
Tentunya melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Amanah Medical Centre berharap semakin banyak perusahaan yang memiliki pemahaman dan kesiapan dalam menangani kecelakaan kerja secara cepat, sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. (ham/KPO-3)















