Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Perkuat Ketahanan Pangan 2026, Pemprov Kalsel Genjot Rehabilitasi Lumbung dan Gudang Pangan

×

Perkuat Ketahanan Pangan 2026, Pemprov Kalsel Genjot Rehabilitasi Lumbung dan Gudang Pangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260223 220742 e1771855806718
‎Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (Kalimantanpost.com/repro mc kalsel).


BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan terus mengakselerasi program rehabilitasi lumbung pangan dan pembangunan gudang penyimpanan komoditas strategis di sejumlah wilayah sentra produksi.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sepanjang 2026.

‎Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, keberadaan lumbung pangan sangat penting, terutama untuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat bencana seperti banjir maupun fluktuasi produksi.

‎“Rehabilitasi lumbung pangan menjadi prioritas karena saat kondisi tertentu seperti banjir terjadi, distribusi dan produksi pangan bisa terganggu. Lumbung menjadi solusi strategis menjaga stok tetap aman,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).

‎Selain rehabilitasi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gudang penyimpanan (storage) untuk komoditas padi dan jagung, termasuk jagung yang telah melalui proses pengeringan.

Kalimantan Post

Menurut Syamsir, penyimpanan yang baik akan meningkatkan kualitas, menjaga stabilitas harga, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi petani.

‎Produksi padi dan jagung di Kalsel yang cenderung meningkat tiap musim membutuhkan fasilitas penyimpanan yang memadai. Dengan pengelolaan yang baik, hasil panen tidak hanya aman, tetapi juga memiliki harga jual lebih stabil.

‎Pemprov Kalsel juga mendorong kemandirian petani dalam manajemen hasil panen melalui dukungan sarana prasarana. Beberapa wilayah sentra produksi menjadi prioritas program ini, di antaranya Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, dan Hulu Sungai Tengah.

‎“Kita akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, tetapi sentra-sentra produksi tetap menjadi prioritas,” kata Syamsir.

‎Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan hilirisasi. Selama ini, sejumlah daerah masih banyak mendistribusikan gabah.

Ke depan, distribusi dalam bentuk beras diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi penggilingan padi dan masyarakat.

‎Upaya ini sejalan dengan misi pembangunan pertanian daerah untuk meningkatkan produksi, memperkuat cadangan pangan, dan menjaga stabilitas harga. Indeks Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan pada 2025 tercatat berada pada posisi membanggakan secara nasional.

‎“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana kita menyimpan, mengelola, dan mendistribusikan pangan secara efektif,” tutupnya. (adv/dev/kpo-4)


Baca Juga :  Pimpinan DPRD Kalsel Hadiri Momentum Haul dan Buka Puasa, Pimpinan DPRD Kalsel Ajak Teladani Pengabdian Almarhum

Iklan
Iklan