Banjarbaru,KP– Pemerintah Kota Banjarbaru kembali mencatatkan prestasi di bidang pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan, Banjarbaru meraih penghargaan Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Objektif dan Transparan pada ajang BPMP Kalsel Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPMP Kalsel, Yuli Haryanto, kepada Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Abdul Basid, dalam rangkaian Konsolidasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Abdul Basid, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang adil, transparan, dan bebas pungutan.
“Alhamdulillah, Kota Banjarbaru berhasil memperoleh penghargaan Apresiasi Kinerja Terbaik Implementasi SPMB yang Objektif dan Transparan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari terbitnya petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan SPMB yang diterbitkan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, dengan penegasan prinsip transparansi dan bebas pungutan.
“Juknis pelaksanaan SPMB diterbitkan langsung oleh Ibu Wali Kota dengan penekanan transparansi dan bebas pungutan. Pengelolaan data secara online yang rapi juga menjadi salah satu dasar diperolehnya penghargaan ini,” jelasnya.
Basid juga menambahkan, selama proses pelaksanaan SPMB tidak terdapat laporan dari orang tua siswa kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan.
“Tidak adanya laporan ke Ombudsman menunjukkan proses berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, capaian membanggakan juga terlihat dari hasil Rapor Pendidikan jenjang SMP. Banjarbaru mencatat skor literasi sebesar 88,42 persen, tertinggi pada ranah tersebut.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh jajaran pendidikan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua siswa. Capaian literasi 88,42 persen ini menunjukkan bahwa upaya kita membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, capaian tersebut selaras dengan implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Ke depan, Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus melahirkan inovasi di bidang pendidikan agar mutu pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik semakin baik,” tutupnya. (Dev/K-5)















