Amuntai, KP – Pemberantasan terhadap peredaran Narkotika dan Obat-obatan terlarang menjadi focus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari dampak narkoba.
Bupati HSU H. Sahrujani mengkapkan bahwa pemberantasan narkoba di HSU tidak hanya program semata. Akan tetapi lebi dari itu merupakan tanggungjawab moral bagiamana agar generasi muda bisa diselamatkan.
Oleh karena itu, bupati belum lama tadi melakukan pertemuan dengan Deputi Hukum dan Kerja Sama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, di Gedung BNN Pusat, Jakarta, untuk memperkuat sinergi dalam penanganan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di HSU.
Upaya pemberantasan narkoba di daerahnya tidak hanya sebatas program kerja, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral bersama dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa Pemkab HSU telah melakukan berbagai langkah preventif melalui pendekatan langsung ke masyarakat.
“Dalam setiap kesempatan, kami selalu menyatakan perang terhadap narkoba sebagai bentuk komitmen bersama,” ujar Sahrujani.
Pendekatan dilakukan secara masif melalui berbagai kegiatan, seperti Safari Ramadan, rapat koordinasi bersama kepala desa dan aparat desa, hingga pertemuan dengan ulama serta pengarahan kepada para pelajar.
Selain itu, bupati mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab HSU juga tengah berupaya meraih kesempatan menjadi tuan rumah Porprov XIII tahun 2029.
Upaya ini tidak hanya berorientasi pada prestasi daerah, tetapi juga sebagai sarana membangun semangat generasi muda.
Menurutnya, melalui olahraga, para generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan positif yang menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba.
“Dengan semangat mengikuti event olahraga seperti Porprov, secara tidak langsung kita membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya hidup sehat dan menjauhi narkoba,” lanjutnya.
Sementara itu, Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, memberikan arahan strategis terkait penguatan upaya pencegahan dan penanganan narkoba di daerah.
Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan lingkungan, pemulihan berkelanjutan bagi penyalahguna, serta optimalisasi peran aparatur desa dalam menjaga wilayahnya dari ancaman jaringan narkotika.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BNN RI, guna mewujudkan Kabupaten HSU yang bersih dari narkoba serta melindungi generasi muda sebagai aset masa depan daerah. (nov/K-6)















