Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

PD Pasar Ngotot Tarif Keamanan dan Kebersihan Layak

×

PD Pasar Ngotot Tarif Keamanan dan Kebersihan Layak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260306 070823 e1772752157233

BANJARMASIN, Kalimantanpost – Meskipun sejumlah pedagang sangat keberatan terhadap sistem penarikan iuran yang dinilai memberatkan. Karena awalnya tarif Rp2000 sehari jika tutup ngak harus bayar kini harus dibayarkabn setiap bulan Rp70 ribu keamana dan Rp50 ribu uang kebersihan.


Dengan nilai pembayaran yang lumayan besar mereka berharap adil bagi seluruh pedagang. Karena, selama ini pedagang pasar kering dikenakan iuran sebesar Rp50 ribu untuk keamanan dan Rp70 ribu untuk kebersihan setiap bulan, jumlah tersebut sangat memberatkan, dibantah Direktur Perumda Pasar Sentral Antasari Banjarmasin Abdan Sulaiman.

Kalimantan Post


Bahkan, menurut Abdan, taruf itu sangat ideal karena sebulab Rp120 ribu cukup murah, karena tak ada lagi pungutan atau karcis lehal yang ada setiap hari, sehingga pedagang tenang dan cukup membayar sebulan saja.
Abdan juga membeberkan jumlah pedagang 1900 tetapi dari jumlah tersebut hanya separo yang membayar dan banyak yang menunggak, sehingga SK Perwali Kota Banjaramsin yang mengatur pungutan tersebut sudah cukup arif dan bijak dan dirasa yang memberatkan.


Ia menjelaskan, sebelumnya iuran keamanan dan kebersihan dipungut secara harian oleh pengelola lama, yakni sekitar Rp2 ribu per hari saja. Sistem tersebut dinilai lebih ringan karena hanya dikenakan ketika pedagang membuka lapak.


Jadi, katanya, kalau dibandingkan tarif baru tentu sangat murah. Bahkan Perumda Pasar juga siap membuka secara tranparan rumus perhitungan tarif yang diterapkan. Karena sebelum ditetapkan melalui SK Walikota sudah dilakukan pengkajian dan perhitungan.


Bahkan, menurutnya, dalam regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 serta Perwali Nomor 130 Tahun 2024 dan Perwali Nomor 91 Tahun 2025, penetapan tarif harus mempertimbangkan asas keadilan serta kemampuan pedagang.
“Yang kami inginkan adalah penyesuaian yang adil. Jangan sampai hanya pedagang di gedung utama yang menanggung biaya, padahal aktivitas pasar melibatkan semua pedagang,” ujar Abdan dan siap dipanggil lagi untuk menjelasakan perubahan tarif harian menjadi bulanan.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama PWI, Wali Kota Perkuat Sinergi dengan Insan Pers


Ia juga mengapresiasi Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin H Faisal yang menampung aspirasi pedagang.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan