BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengunjungi Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu (11/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka berkonsultasi mengenai rencana pencalonannya sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil setelah ia menerima informasi terkait batas akhir pendaftaran bakal calon yang jatuh pada hari yang sama.
Hasnuryadi mengungkapkan dirinya didorong untuk maju, sehingga merasa perlu memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Tujuan kami tentu untuk bersilaturahmi, sekaligus memohon maaf karena kami mendapat informasi hari ini adalah batas terakhir pendaftaran. Karena itu kami datang ke sini,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut masih ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut sebelum mengambil keputusan untuk resmi mendaftar. Ia juga menekankan pentingnya nilai sportivitas, fair play, serta persatuan dalam dunia olahraga.
“Bukan hanya soal prestasi, tetapi ada nilai-nilai yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat. Olahraga adalah media pemersatu bangsa, sehingga kemajuannya harus berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah aturan dalam AD/ART KONI, khususnya Pasal 22 ayat 2 Tahun 2020, yang menyebutkan bahwa pengurus inti KONI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tidak boleh merangkap jabatan sebagai ketua cabang olahraga.
Hal ini relevan, mengingat Hasnuryadi saat ini juga menjabat sebagai ketua di sejumlah cabang olahraga, termasuk sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan.
Ia pun mempertanyakan apakah dirinya harus melepas jabatan tersebut apabila nantinya terpilih sebagai Ketua KONI.
“Kami ingin mendapatkan kejelasan. Tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua KONI Kalsel, Haris Makki, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Hasnuryadi. Ia menilai hal tersebut menunjukkan komitmen terhadap tata kelola organisasi yang transparan dan sesuai aturan.
“Ini langkah yang sangat elegan. Dari sisi praktik sebelumnya mungkin tidak masalah, tetapi beliau ingin semuanya benar-benar jelas dan bersih sesuai AD/ART,” ungkapnya.
Menurut Haris, sikap tersebut dapat menjadi contoh bagi insan olahraga agar tetap menjunjung aturan dalam setiap proses organisasi.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KONI Pusat guna memastikan kejelasan terkait aturan tersebut.
“Tidak perlu harus ke Jakarta, cukup melalui komunikasi. Nanti hasilnya akan kita tunggu bersama,” tutupnya. (KPO-1)















