Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Insiden Kekerasan di EPA U-20 Dikutuk Keras PSSI

×

Insiden Kekerasan di EPA U-20 Dikutuk Keras PSSI

Sebarkan artikel ini
IMG 20260420 WA0036 1
Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri). (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com –
PSSI mengutuk keras insiden kekerasan yang terjadi pada laga Elite Pro Academy (EPA) U-20, Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth, di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

“PSSI termasuk ketua umum sangat mengutuk keras kejadian ini dan pemain yang melakukan hal (kekerasan-red) itu. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada komite disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kalimantan Post

PSSI, lanjut dia, akan memberikan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, Yunus juga menyebut PSSI melihat adanya kelalaian dari perangkat pertandingan yang diduga tidak maksimal dalam memimpin laga.

“Itu menjadi atensi PSSI. Kami menyerahkan kepada Ketua Komite Wasit (Yoshimi) Ogawa untuk mengevaluasi kejadian tersebut, lalu memberikan edukasi serta sanksi kepada perangkat pertandingan jika ternyata terbukti lalai,” kata dia.

PSSI, Yunus menyebut, sangat prihatin kekerasan kembali terjadi di lingkup persepakbolaan nasional, terutama di kompetisi usia muda.

Dia pun mengingatkan agar semua pesepak bola Indonesia mampu menahan diri dari tindakan-tindakan yang menyalahi aturan.

“Kami memohon kepada pemain, apapun yang terjadi di lapangan tidak perlu ditanggapi dengan emosional, harus sabar. Kalau seperti ini (kekerasan-red) akan merugikan pemain dan klub,” tutur Yunus.

Peristiwa kekerasan pada laga Elite Pro Academy (EPA) U20 Dewa United Development versus Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), terjadi begitu pertandingan yang dimenangkan Dewa 2-1 itu tuntas.

Para pemain dari kedua tim terlihat terlibat dalam aksi dorong-dorongan yang kemudian berkembang menjadi keributan. Beberapa pemain bahkan menunjukkan tindakan agresif, termasuk adanya tendangan yang dinilai berbahaya ke arah pemain Dewa United. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Lifter Muda Kalsel, Nazriel Tembus Enam Besar di Kejurnas Angkat Besi Senior

Iklan
Iklan