JAKARTA, Kalimantanpost.com – Sekitar 6.000 armada bus disiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mengangkut jamaah calon haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah Achmad Muslichuddin Tamdjiz mengatakan Kemenhaj telah menjalin kerja sama dengan 15 perusahaan transportasi. Mayoritas bus yang dipakai dalam layanan untuk jamaah adalah tipe bus besar.
“Ini kan layanan AKAP, antarkota perhajian. Tipe busnya Coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 sampai ada yang 51. Akan tetapi, kita membatasi (jumlah penumpang). Ada 15 perusahaan transportasi. Untuk armada estimasi sekitar 6000-an ya,” kata Achmad Muslih dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Saat musim haji, Pemerintah Indonesia biasanya menyiapkan tiga jenis bus. Pertama, Bus Antarkota Perhajian (AKAP) yang digunakan untuk mengangkut jamaah dari bandara ke hotel (Madinah/Makkah) dan sebaliknya.
Kedua, bus antar jemput (Makkah) yang sebelumnya dinamai Bus Shalawat, yakni layanan gratis 24 jam untuk jamaah dari penginapan ke Masjidil Haram. Ketiga, Bus Masyair yang khusus untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Muslih mengatakan Daerah Kerja Madinah mulai mempersiapkan diri menjelang kedatangan jamaah calon haji pada 22 April 2026.
Nantinya, petugas haji bagian transportasi akan menyiapkan beberapa dokumen, di antaranya form kedatangan yang berisi, di antaranya jumlah jamaah yang datang, asal embarkasi dan jumlah bus.
“Kemudian, masing-masing rombongan kita tulis datanya, dan tugas transportasi yang bertanggung jawab atas catatan tersebut,” ujarnya.
Adapun terkait alur pergerakan jamaah di Madinah, menurut Muslih, tidak terlalu rumit mengingat dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) ke hotel di Madinah tersebut jaraknya kurang lebih satu jam saja.
“Karena kita akan ada komunikasi tek-tok dengan pihak bandara, terutama transportasi bandara. Ketika jamaah tersebut sudah diberangkatkan dari bandara, diinformasikan ke kami di hotel Madinah, tentu kita akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan,” kata Muslih.
PPIH juga mengantisipasi seandainya terdapat jamaah yang tertinggal, baik di hotel maupun di lokasi-lokasi tertentu. Jika terdapat kejadian seperti jamaah tertinggal di kamar (hotel), ia memastikan timnya akan melakukan koordinasi dengan seksi akomodasi.
“Jika ada jamaah yang ketinggalan, kita akan siapkan kendaraan di luar bus, entah kendaraan operasional Daker atau minibus Coaster yang biasa digunakan teman-teman petugas,” kata Muslih. (ful/KPO-3)















