Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Indonesia Ambil Bagian dalam Konferensi Peradaban Islam Internasional Pertama di Uzbekistan

×

Indonesia Ambil Bagian dalam Konferensi Peradaban Islam Internasional Pertama di Uzbekistan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260711 WA0021 e1783751978834
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A saat menjadi pembicara pada Konferensi Peradaban Islam Internasional Pertama di Tashkend. Kalimantanpost.com - Foto/Rofi

TASHKENT, Kalimantanpost.com – Indonesia turut ambil bagian dalam Konferensi Peradaban Islam Internasional pertama yang digelar di Uzbekistan pada 7–11 Juli 2026. Forum bergengsi yang mempertemukan ratusan tokoh dunia Islam tersebut menjadi wadah untuk memperkuat dialog antara warisan peradaban Islam dengan tantangan dunia modern.

Konferensi yang diinisiasi Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev itu diselenggarakan oleh Center of Islamic Civilization Uzbekistan bekerja sama dengan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Dunia Islam (ICESCO) serta sejumlah lembaga internasional lainnya. Kegiatan berlangsung di tiga kota bersejarah, yakni Tashkent, Samarkand, dan Termez.

Kalimantan Post

Sekitar 300 pembicara dari lebih dari 40 negara hadir dalam forum tersebut. Peserta terdiri atas pejabat pemerintah, menteri, mufti, akademisi, peneliti, hingga perwakilan organisasi internasional. Rangkaian utama konferensi berlangsung di Pusat Peradaban Islam, Tashkent, pada 7–8 Juli, kemudian dilanjutkan dengan konferensi ilmiah internasional di Samarkand dan Termez yang mengangkat warisan keilmuan Imam Bukhari, Imam Maturidi, dan Imam Tirmidzi.

Mengusung tema “Islamic Civilization and the Modern World: Heritage, Dialogue and Development”, konferensi ini menegaskan pentingnya menjadikan warisan peradaban Islam sebagai sumber inspirasi bagi pembangunan masa depan, bukan sekadar peninggalan sejarah. Melalui dialog lintas negara, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan kerja sama yang memperkuat kontribusi peradaban Islam terhadap kemajuan dunia.

Indonesia diwakili oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., yang tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun gerakan dunia (harakah) yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan pembelajaran secara masif guna melahirkan kembali generasi pembangun peradaban yang mencintai ilmu dan memiliki semangat belajar tinggi.

Baca Juga :  Satu Lagi Terduga Penyerang Aparat di Katingan Kalteng Ditangkap Polisi

“Negara Uzbekistan menjadi salah satu contoh bagaimana budaya gemar mencari ilmu mampu melahirkan tokoh-tokoh besar dunia seperti Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, dan Al-Khawarizmi yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban dunia,” ujarnya.

Selain konferensi utama, Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari juga menjadi tuan rumah Konferensi Internasional bertajuk “Imam Bukhari Al-Jami’ As-Sahih: The Book of the Ummah” yang didedikasikan untuk mengkaji kehidupan serta warisan keilmuan Imam Bukhari.

Konferensi tersebut dipandu Direktur Pusat Kajian Internasional Imam Bukhari, Shovosil Ziyodov, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Urusan Agama dan Pendidikan Administrasi Kepresidenan Republik Uzbekistan, Muzaffar Kamilov.

Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penguatan peradaban Islam yang moderat, berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, serta mendorong terciptanya kolaborasi global bagi kemajuan umat dan kemanusiaan.(Roz/KPO-1)

Iklan
Iklan