BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi demontrasi menolak penggusuran lahan warga di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Guntung Payung Kota Banjarbaru.
Aksi kali ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap 23 kepala keluarga yang terancam digusur, mengingat lahan yang mereka tempati dinyatakan milik TNI AD sesuai putusan pengadilan, dan kini sedang tahap kasasi di Mahkamah Agung.
Selain itu, mereka juga menuntut sebanyak 8 poin lainnya, seperti mengecam tindakan kriminalisasi TNI terhadap masyarakat Sidomulyo, mendesak aparat hukum untuk mengungkap actor intelektual dan pelakubpenyiaram keras terhadap aktivis kontraS Andre Yunus, evaluasi program MBG, penolakan penetapan Taman Nasional Meratus dan lainnya.
Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK mengatakan, akan menjembati persoalan warga dan TNI terkait lahan di Sidomulyo dengan menggelar rapat dengar pendapat yang mengundang unsur terkait pada 5 Mei 2026 mendatang.
“Kita hadirkan semua pihak terkait untuk memberikan penjelasan,” kata politisi Partai Golkar.
Aksi demontrasi yang dimulai pukul 15.30 Wita inipun sempat ricuh, dengan aksi saling dorong, mengingat mereka tidak diperkenankan memasuki halaman gedung DPRD Kalsel, dan salah seorang mahasiswa terkapar. Hingga pukul 18.00 Wita, peserta aksi demontrasi ini menolak membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. (lyn/KPO-4)















