MAKASSAR, Kalimantanpost.com – Halus FC (HFC) harus puas bermain imbang 4-4 dengan Asahan FC (ASH) dalam laga sengit di Pekan X Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 yang berlangsung di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Hasil seri ini membuat Halus FC tak beranjak di posisi 10 dengan 8 poin dan Asahan diperingkat 11 dengan 5 angka.
Pertandingan ini menjadi ajang pertaruhan krusial bagi kedua belah pihak untuk mendongkrak posisi mereka dari papan bawah klasemen.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh Wasit Utama Andrawan Kukuh Jatmiko, kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin penuh langsung tampil terbuka. Asahan FC berhasil mencuri keunggulan lebih dulu lewat gol Fajar Aidil Adha pada menit ke-6.
Halus FC merespons cepat dua menit berselang melalui gol penyeimbang dari Defryan Ramadhan di menit ke-8. Intensitas tinggi laga ini turut membuahkan kartu kuning bagi penggawa HFC, Defryan Ramadhan, sesaat setelah mencetak gol, serta Rakesh Abrar Darma Putra di menit ke-11.
Asahan FC sempat kembali memimpin lewat gol Muhammad Idris pada menit ke-10. Namun, HFC menutup paruh pertama dengan skor 2-2 lewat eksekusi penalti Defryan Ramadhan pada menit ke-19.
Terciptanya penalti di pengujung babak pertama tersebut juga diwarnai dengan ganjaran kartu kuning bagi pemain Asahan FC, Muhammad Wirawan.
Memasuki babak kedua, Halus FC tampil lebih menekan dan sukses membalikkan keadaan. Mereka berbalik unggul melalui gol Muhamad Fatih Zidan pada menit ke-29, disusul gol dari Hasnan Habib di menit ke-36 yang membuat HFC berada di atas angin dengan skor 4-2. Namun, Asahan FC menunjukkan mental pantang menyerah.
Di sisa waktu krusial, mereka menciptakan keajaiban dengan mencetak dua gol balasan secara kilat dan dramatis pada menit ke-39 lewat aksi Fajar Haikal dan gol kedua Fajar Aidil Adha. Skor imbang 4-4 akhirnya bertahan hingga laga usai.
Hasil imbang ini membuat Halus FC dan Asahan FC belum mampu beranjak jauh dari zona rawan klasemen sementara. Tambahan satu poin ini belum cukup bagi kedua tim untuk memberikan tekanan berarti di tengah persaingan brutal paruh kedua musim ini.
Panasnya tensi di laga pembuka Seri Makassar ini sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi tim-tim papan atas yang akan segera berlaga, bahwa atmosfer perebutan poin penuh untuk tiket Final Four maupun Piala Continental di GOR Sudiang dipastikan tidak akan berjalan mudah dan berpotensi menghadirkan banyak kejutan baru. (ful/KPO-3)















