Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pelindo Regional 3 Tekankan K3 di Pelabuhan, Risiko Blind Spot Jadi Sorotan

×

Pelindo Regional 3 Tekankan K3 di Pelabuhan, Risiko Blind Spot Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260512 WA0049 1

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Risiko kecelakaan di area pelabuhan kerap muncul dari titik yang tak terlihat: blind spot alat berat dan pergerakan kendaraan operasional.

Itu sebabnya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan menggencarkan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada pekerja, cleaning service, dan vendor yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Kalimantan Post

Kegiatan bertema Penguatan Implementasi K3 Berkenaan dengan Risiko Blind-Spot dan Pergerakan Alat/Kendaraan ini dipusatkan pada upaya pencegahan kecelakaan kerja yang bersumber dari interaksi manusia dengan alat berat serta mobilisasi kendaraan di area operasional yang padat aktivitas.

Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Junior Manager HSSE, Yoga Arya Kuswanto.

Ia menekankan bahwa blind spot merupakan salah satu potensi bahaya terbesar di pelabuhan, karena kerap tak disadari pekerja yang berada di sekitar alat bergerak.

“Risiko blind spot dan pergerakan alat berat adalah potensi bahaya terbesar di area operasional. Seluruh pekerja, cleaning service, dan vendor wajib disiplin terhadap prosedur keselamatan,” tegas Yoga.

Sosialisasi menitikberatkan pada budaya keselamatan dengan prinsip “Patuhi – Peduli – Intervensi”.

Pekerja didorong berani menghentikan pekerjaan melalui penerapan Stop Work Authority (SWA) bila menemukan kondisi tidak aman.

Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang penentuan zona aman (safe zone), pentingnya alat peringatan dini pada alat berat, serta disiplin penggunaan sabuk keselamatan (seat belt) saat berkendara di area kerja.

Menurut Yoga, penerapan K3 bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif perusahaan, tetapi langkah nyata melindungi keselamatan jiwa dan menjaga kelancaran operasional pelabuhan.

“Kami mengajak seluruh pihak berani melakukan intervensi bila melihat kondisi tidak aman dan selalu memastikan berada di zona aman saat alat bergerak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebut Akselerasi Infrastruktur, Wali Kota Banjarmasin Minta PUPR dan Disperkim Gerak Cepat

Melalui penguatan edukasi ini, Pelindo Regional 3 berharap pemahaman pengendalian risiko di lapangan semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan kerja dapat ditekan.

Kampanye internal “Stop Fatality” dan “Zero Tolerance for Equipment/Vehicle Movement Risk” dijadikan landasan untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan