Tanjung, KP – Makanan yang terbuang bukan hanya menjadi sampah, tetapi juga berarti terbuangnya hasil kerja petani, penggunaan air, energi, waktu, dan biaya dalam proses produksi pangan, maka penting edukasi masyarakat agar bijak dalam hal makanan.
Hal itu, diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabalong Hj Hamida Munawarah ST MT, saat memberikan arahan di acara Sosialisasi Food Loos and Waste Tingkat Kabupaten Tabalong belum lama tadi di Ruangan Diamond Hotel Aston Tanjung, Mabuun, Murung Pudak.
Menurut Hamida Munawarah, persoalan Food Loss and Food Waste, saat ini menjadi perhatian bersama, karena berdampak langsung terhadap ketahanan pangan lingkungan dan kondisi ekonomi masyarakat makanan yang terbuang. “Makanan yang terbuang bukan hanya menjadi sampah, tetapi juga berarti terbuangnya hasil kerja petani, penggunaan air, energi, waktu, dan biaya dalam proses produksi pangan,” ujarnya.
“Penting edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola makanan, seperti mengambil makanan secukupnya, menyimpan bahan pangan dengan baik, serta mengolah sisa makanan secara tepat,” sebut Hamida.
Di kesempatan itu, Hamida menyambut baik komitmen pelaku usaha hotel, restoran, dan retail untuk melakukan donasi pangan berlebih yang masih layak konsumsi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mengurangi pemborosan pangan. “Pemkab Tabalong mendukung penuh berbagai program penguatan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pihak demi mewujudkan gerakan Zero Waste di lingkungan Masyarakat,” ungkapnya.
Digelarnya acara yang diikuti sedikitnya 70 orang peserta dari unsur pemerintah, masyarakat, organisasi profesi dan tokoh kemasyarakatan, serta dunia pendidikan hari itu merupakan upaya mendukung gerakan penyelamatan pangan sebagai langkah edukasi kepada masyarakat, agar mengurangi perilaku boros pangan dan membuang makanan secara berlebihan. (ros/K-6)















