BANJARBARU, Kalimantanpost.com – TNI Angkatan Laut melalui Operasi Trisila 2026 Tahap II menggelar penanaman bibit kedelai di Kompi Produksi Lanal Banjarmasin, Jalan Guntung Manggis, Banjarbaru, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.
Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi penting kedaulatan bangsa dalam program Asta Cita.
Kegiatan penanaman dipimpin langsung Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II sekaligus Dansatgas Trisila 26, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, didampingi Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.
Dalam peninjauannya, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono mengapresiasi pemanfaatan lahan produktif yang dilakukan Lanal Banjarmasin.
Menurutnya, kawasan tersebut bukan hanya dimanfaatkan untuk pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi prajurit maupun masyarakat.
“Lahan ini tidak sekadar menjadi area tanam komoditas pangan, tetapi juga berfungsi sebagai perpustakaan dan laboratorium hidup. Anak-anak bisa belajar mengenali berbagai jenis tanaman hingga nama ilmiahnya secara langsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Operasi Trisila 26 Tahap II berada di bawah Komando Armada Republik Indonesia dengan wilayah operasi mencakup seluruh Indonesia. Operasi ini melibatkan berbagai unsur alutsista modern seperti kapal perang dan pesawat udara, sekaligus memperkuat sinergi antara satuan tugas dengan pangkalan di daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan memberi manfaat bagi seluruh personel, baik prajurit satgas, Marinir, awak kapal perang, maupun pilot TNI AL.
Sementara itu, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra menegaskan penanaman kedelai ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk nyata semangat gotong royong dalam mendukung ketahanan pangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kelompok tani, instansi terkait, dan seluruh prajurit yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Selain pertanian, kami juga mengembangkan sektor perikanan melalui budidaya ikan nila sistem bioflok. Metode ini hemat lahan dan air, tetapi mampu meningkatkan produktivitas secara maksimal,” katanya.
Menurut Galih, pengembangan pertanian dan perikanan tersebut diharapkan dapat menjadi peluang usaha produktif bagi masyarakat sekitar sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman. Ia menilai langkah TNI AL mengembangkan budidaya kedelai di lahan yang cukup menantang merupakan bentuk keberanian sekaligus inovasi yang patut didukung.
Syamsir menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga ketahanan pangan daerah.
Ia juga mengungkapkan capaian Kalimantan Selatan yang berhasil menjadi peringkat pertama nasional versi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.
“Tahun 2025, produksi pangan Kalsel mencapai 1,2 juta ton dengan surplus sekitar 600 ribu ton. Tidak hanya memenuhi kebutuhan 4,3 juta warga Kalsel, tetapi juga menyuplai provinsi tetangga,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam Operasi Trisila 26, Kalimantan Selatan diharapkan semakin kokoh sebagai salah satu lumbung pangan nasional.(Fik/KPO-1)















