Banjarbaru, KP – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel turun ke lapangan. Mengecek tanggul jebol milik PT MMI di Rantau Bakula, Kabupaten Banjar.
Pada Selasa (2/6), tanggul houling batubara dari PT MMI di Rantau Bakula, Kabupaten Banjar jebol.
Kebocoran itu mengakibatkan air bercampur lumpur meluap ke lahan sekitar dan informasinya masuk ke aliran sungai warga.
Kebocoran tersebut sangat berdampak. Selain mencemari aliran sungai sehingga warga tak bisa menggunakan.
Tanaman warga yang di dekat bantaran sungai, juga dialiri lumpur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menjelaskan terkait tanggul jebol itu masih dalam tahap investigasi.
“Masih perlu beberapa hari kita investigasi.
Ini dari kemarin petugas kita (Dinas LH Kalsel di sana,” kata Rahmat, Rabu (3/6).
Adapun Pelaksana Tugas (Plt) DPKPRLH Banjar, Sutiyono menjelaskan jika benar jika tim dia ikut membaca up ke lokasi dari tim Dinas LH Provinsi Kalsel yang turun ke tanggul jebol.
“Untuk hasilnya kami masih nunggu dari koordinasi dengan pihak Tim dari Dinas LH Kalsel,” kata Sutiyono.
Kasus jebolnya tanggal sebelumnya pernah terjadi di tahun 2024.
Saat itu warga protes dan meminta ganti rugi. Pada saat itu Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel sudah melayangkan protes keras.
Informasi jebolnya tanggul tersebut dibagikan seorang warga melalui video yang tersebar di media sosial.
“Inilah… longsor lumpur PT MMI, Sukabumi Industri. Kejadiannya malam.
Video ini saya ambil di tanggal 2 bulan Juni 2026.
Parah. Lumpur longsor menutupi jalan semua. Menutup akses.
Info yang didapat ini kejadiannya tadi malam jam 1, longsornya.
Dan ini airnya yang turun ke sebelah parit itu, langsung ke sungai.
Ke jalur Sungai Cilukan, yang airnya dipakai masyarakat,” kata seorang pria dalam video tersebut. (mns/K-2)















