Oleh: Mu’minah, S.Pd
Pemerhati Perempuan dan Anak
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencetak rekor paling lemah terbaru, per 30 Mei 2026 mencetak angka Rp17.800. Dampak dari ini masyarakat harus semakin bersiap mengencangkan ikat pinggang karena sejumlah pakar meneropong harga kebutuhan sehari-hari bakal ikut terdampak.
Ekonomi Indonesia sangat bergantung pada bahan baku impor, nilainya mencapai 70%. Dengan nilai tukar rupiah yang makin melemah, harga-harga bahan baku impor ini terkerek naik karena transaksinya menggunakan dollar AS.
Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran sejumlah pihak terkait kondisi ekonomi nasional dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Dalam pidato peresmian Meseum Ibu Marsinah dan Rumah singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menilai masyarakat kecil, terutama di desa, tidak terlalu terdampak langsung oleh gejolak kurs dollar.
Padahal tidaklah demikian, ekonomi Indonesia yang hampir 70% pada bahan baku impor sangat berdampak pada rakyat Indonesia, kota maupun desa. Dampak yang terlihat dari ini adalah semakin meningkatnya angka masyarakat yang melakukan transaksi pinjol atau pinjaman online. Total pinjaman online warna RI mencapai Rp98,54 triliun, naik 25% per Januari 2026.
Stok solar subsidi di SPBN nelayan kerap kosong selama berhari-hari. Akibatnya, nelayan terpaksa membeli solar nonsubsidi dengan harga umum yang kini mencapai Rp30 ribu per liter.
Nelayan menilai lonjakan harga solar nonsubsidi dari sebelumnya Rp17 ribu menjadi Rp30 ribu per liter membuat biaya operasional melaut semakin tinggi dan tidak sebanding dengan hasil tangkapan yang terus menurun.
Kondisi tersebut membuat nelayan kecil terancam berhenti melaut jika tidak ada solusi dari pemerintah.
Ribuan nelayan menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Pati. Mereka protes terkait dengan kenaikan harga BBM solar nonsubsidi bagi nelayan yang naik 4 kali lipat.
Orator lain juga meminta tolong kepada Presiden Prabowo untuk mendengar jeritan para nelayan. Menurutnya, harga BBM solar nonsubsidi mencapai 4 kali lipat kini mencapai Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per liter.
Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar membuat kondisi perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hal ini sangat amat berdampak pada diikutinya kenaikan harga bahan baku dan juga energi. Karena ekonomi Indonsesia bergantung impor yang nilainya mencapai 70%. Angka ini tidaklah sedikit jumlahnya. Dan secara otomatis dengan naiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar ini membuat ekonomi Indonesia semakin anjlok.
Dampaknya terhadap rakyat semakin sakit secara ekonomi, terutama untuk rakyat menengah-bawah. Rakyat semakin terhimpit, dan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Dan berujung pada rejatan pinjol, serta kriminalitas semakin meningkat.
Namun sangat disayangkan resepon perintah yang memandang bahwa kondisi yang dialami rakyat saat ini masih dalam kondisi aman. Padahal hal ini begitu berdampak pada kelangsungan hidup terutama bagi rakyat kecil.
Peta kekuatan politik Internasional(perang AS-Iran) begitu berpengaruh pada aktivitas pasar global hingga memicu lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Akibat dari ketidakpekaan pemerintah terhadap realitas yang terjadi pada rakyatnya akan berujung pada kekeliruan penyelesaian masalah ekonomi yang sedang dihadapi saat ini.
Dan pada akhirnya Masyarakat menanggung sendiri beban hidup mereka karena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan problem ini. Malah justru kebijakan yang dibuat semakin membuat keadaan memburuk(karena jumlah hutang semakin melambung).
Dalam Islam masalah ekonomi juga diatur sedemikian detailnya. System ekonomi Islam akan system uang yang lebih stabil, yakni dengan emas dan perak(ada jaminan nilai uang tersebut).
Adapun dalam Islam peran Negara sangatlah penting, negara akan menjaga stabilitas harga harga dengan mekanisme yang telah ditetapkan oleh syariat, seperti larangan riba, jaminan distribusi, pengaturan kepemilikan dan lain-lain.
Dalam Islam sudah seharusnya kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin, karena ia adalah ra’in yang merupakan penjaga, pemelihara dan pemimpin bagi ummat dalam perkara ma’ruf sekaligus junnah atau perisai yang wajib melindungi rakyatnya dari kesengsaraan hidup.
Wallahu’alam bisshawab.











