RANTAU, Kalimantanpost.com – Semangat sportivitas dan pelestarian budaya lokal mewarnai Turnamen Balogo se-Kabupaten Tapin yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Kompetisi olahraga tradisional khas Kalimantan Selatan itu berlangsung di Lapangan Basket Bur Anwar, Jalan SPG Rantau, Senin (22/6/2026).
Turnamen dibuka Kapolres Tapin, AKBP Weldi Rozika, serta dihadiri Ketua KORMI Tapin, H Fattahilah Akbar, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Tapin Heriadi, dan jajaran Polres Tapin.
Sebanyak 36 peserta ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, terdiri dari 22 peserta putra dan 14 peserta putri kategori tunggal. Seluruh pertandingan diselesaikan dalam satu hari dengan memperebutkan total hadiah pembinaan sebesar Rp8 juta serta trofi juara.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika mengatakan, penyelenggaraan turnamen merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan positif yang melibatkan berbagai kalangan.
“Polri hadir untuk masyarakat. Melalui turnamen ini kami ingin ikut memeriahkan HUT Bhayangkara sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga tradisional,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan HUT Bhayangkara tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
Weldi juga menyampaikan apresiasi kepada KORMI Tapin, para peserta, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga berlangsung meriah dan kompetitif.
“Kepada peserta turnamen, bermain dengan sportif, junjung tinggi sportifitas selama bertanding,” ujarnya
Sementara itu, Ketua KORMI Tapin H Fattahilah Akbar menilai turnamen balogo tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) dan Pekan Olahraga Daerah (Popda) 2027.
Menurutnya, balogo memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, KORMI Tapin berupaya memperluas pengenalan olahraga tradisional tersebut kepada generasi muda.
“Balogo jangan hanya dimainkan oleh kalangan dewasa. Kami ingin olahraga ini semakin dikenal di lingkungan sekolah sehingga lahir pegiat-pegiat baru dari kalangan remaja dan anak-anak,” kata Fattahilah.
Ia berharap ke depan semakin banyak sekolah dan komunitas yang memasukkan balogo sebagai bagian dari kegiatan olahraga maupun pelestarian budaya daerah. Dengan demikian, olahraga tradisional yang telah diwariskan turun-temurun itu tetap hidup dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk membawa nama Tapin di berbagai ajang kompetisi.
Selain menjadi sarana pembinaan atlet, turnamen tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antarpegiat balogo dari berbagai kecamatan.
Persaingan yang berlangsung ketat sejak babak awal tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, sejalan dengan semangat HUT Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.(abd/KPO-4).















