Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Menkeu Purbaya Sebut Pertamax Berpotensi Turun Ikuti Harga Minyak Dunia

×

Menkeu Purbaya Sebut Pertamax Berpotensi Turun Ikuti Harga Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260622 WA0067
Petugas bersiap melayani pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com –
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax berpotensi menurun seiring dengan pergerakan harga minyak dunia.

“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan makin kuat,” kata Purbaya dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Kalimantan Post

Purbaya menjelaskan perekonomian global mendapat harapan dari terbukanya peluang perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Bila perdamaian itu terwujud, kata Purbaya, stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan dapat membaik, biaya dana atau cost of fund makin kompetitif, dan investasi terus menguat.

“Artinya momentum pertumbuhan harusnya membaik ke depan. Karena kita tahu, salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi, walaupun yang bersubsidi kita pertahankan,” ujarnya menambahkan.

Dia mengamini perubahan harga BBM non-subsidi itu memberikan tekanan terhadap masyarakat. Namun, menurut dia, data-data ekonomi yang terlihat saat ini menunjukkan arah perbaikan.

“Kalau dari data yang kita lihat sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada. Supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal,” jelasnya.

Menkeu pun berharap peluang perdamaian antara AS dan Iran dapat menurunkan harga minyak dunia sehingga Indonesia bisa mencetak kinerja ekonomi yang lebih positif pada semester II-2026.

Adapun pada paruh pertama 2026, Purbaya menilai perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah perekonomian global masih dibayangi berbagai ketidakpastian.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 tercatat mencapai 5,61 persen, inflasi tetap terjaga pada level rendah, neraca perdagangan mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026, cadangan devisa berada pada level yang memadai, penyaluran kredit tumbuh dua digit, dan sektor manufaktur kembali berada dalam zona ekspansif.

Baca Juga :  PLN Indonesia Power UBP Barito Hadirkan Program SEKALA, Tingkatkan Literasi dan Kesadaran Lingkungan serta Pemahaman Kelistrikan Siswa SD

Situasi itu, kata dia, mengindikasikan kepercayaan pasar mulai meningkat. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan