Banjarmasin, KP – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Mukhtarudin, meresmikan Migran Center Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Selasa (22/6).
Migran Center ULM merupakan yang pertama di wilayah Kalimantan untuk menyiapkan pekerja migran yang memiliki kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri.
Menteri mengatakan, keberadaan Migran Center ULM dalam rangka membangun ekosistem perlindungan tenaga migran dari hulu ke hilir.
“Ini akan memperkuat standing position pekerja migran Indonesia, yang akan mengisi sektor formal dan profesional di luar negeri,” katanya.
Menurutnya, migran center akan mempersiapkan pekerja migran untuk menempati berbagai pekerjaan di luar negeri, ini sangat diperlukan untuk mengatasi bonus demografi pada 2045 mendatang.
“Karena kalau tidak, maka bonus demografi ini akan menjadi bencana dan beban negara, dengan banyaknya tenaga kerja produktif, namun mereka justru tidak bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, di luar negeri justru kekurangan tenaga kerja produktif, sehingga memerlukan banyak tenaga kerja asing, seperti Jepang, Korea, Taiwan, China, Hongkong maupun kawasan Timur Tengah.
“Inilah peluang untuk pekerja migran yang memiliki kompetensi dan kemampuan dalam mengisi kerja formal dan profesional,” tambahnya.
Untuk itulah, ekosistem ini diperlukan untuk mempersiapkan pekerja migran ini, yang akan dilatih sesuai dengan keperluan lapangan pekerjaan yang ada.
“Jadi kalau bicara pekerja migran, tidak hanya untuk pembantu.
Namun yang memiliki skill di sektor formal dan profesional. Pekerja kita harus naik kelas,” tegasnya.
Diakui, persiapan ini harus dilakukan dari hulu ke hilir, dengan bersinergi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi agar bisa mempersiapkan sumber daya manusianya.
Selain itu, Migran Center ini juga sebagai perpanjangan Kementerian P2MI dalam memberikan informasi lapangan kerja di luar negeri yang aman bagi masyarakat.
“Kalau mau bekerja ke luar negeri, lalui lah prosedur yang berlaku agar aman dan terlindungi selama bekerja,” ujarnya.
Selama ini, banyak pekerja migran yang bekerja secara ilegal, atau korban penipuan calo, yang kondisinya baru diketahui setelah terjadinya masalah, sehingga perlu penyebarluasan informasi kepada masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.
“Kalau bekerja sesuai prosedur, maka masalah bisa dihindari.
Paling berupa kecelakaan kerja atau sakit,” ungkapnya.
Lain halnya kalau bekerja secara ilegal, yang keluar negeri dan keberadaannya tidak diketahui, sehingga tidak.bisa dilindungi negara.
“Karena baru ketahuan saat terjadi masalah, seperti penyiksaan, gaji tidak dibayar dan lainnya,” kata menteri.
Sementara itu, Rektor ULM Prof H Ahmad Alim Bachri mengatakan, Migran Center ULM menjadi yang pertama di wilayah Kalimantan, yang akan mempersiapkan pekerja migran bekerja ke luar negeri.
“Kita akan mempercepat prosesnya agar jadi tempat masyarakat yang ingin mengglobal,” kata Rektor, yang akan menyediakan informasi bagi calon pekerja migran.
Bahkan ULM akan meningkatkan kompetensi dan skill mahasiswa agar bisa memenuhi kebutuhan pasar, termasuk ke luar negeri.
Sebelumnya, Menteri P2MI Muktaruddin memberikan kuliah umum tentang “Migrasi Aman dan Peluang Kerja Luar Negeri” sekaligus penandatangan MoU dengan ULM.
Turut dampingi Dekan FISIP, Dr Irwansyah, S.Sos, MS. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan (Disnakertrans Kalsel) Ir Irfan Sayuti, S.Sos, MSi. (adv/lyn/K-2)















