Fenomena pergerakan tanah tersebut diduga menjadi salah satu faktor pemicu banjir bandang.
BALANGAN, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel bersama BPBD Kabupaten Balangan “ground check” proses verifikasi atau pengecekan langsung di lapangan) di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan terkait adanya temuan dugaan likuifaksi (fenomena geologi di mana tanah yang padat kehilangan kekuatan dan kekakuan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalsel, M Pormadi Dharma mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut kajian awal BPBD Kalsel terkait adanya dugaan pergerakan tanah yang terjadi pada 23 Desember 2025 lalu.
“Fenomena pergerakan tanah tersebut diduga menjadi salah satu faktor pemicu banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi pada 27 Desember 2025, saat itu banjir bandang membawa material lumpur dalam jumlah besar hingga menggenangi permukiman warga sampai setinggi atap rumah,” kata Pormadi Senin.
Menurut Pormadi, survei ini bertujuan memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif terkait titik-titik dugaan likuifaksi atau pergeseran tanah di Desa Tebing Tinggi dan Desa Simpang Nadong.
Pormadi menuturkan dari data hasil survei nantinya akan digunakan sebagai dasar kajian teknis kondisi geologi dan tanah di lokasi dan rekomendasi mitigasi bencana untuk wilayah rawan, serta perencanaan penanggulangan bencana ke depan agar kejadian serupa dapat dicegah atau diminimalkan dampaknya.
Sementara Kalak BPBD Balangan H Rahmi berharap melalui survei tersebut pihaknya dan BPBD Provinsi Kalsel dapat menanggulangi agar kejadian serupa tidak kembali lagi terjadi.
“Langkah ini ditempuh demi keselamatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Balangan,” ujarnya. (ant/K-2)















