Rantau, KP — Upaya mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap mengganggu akses transportasi di ruas Jalan Muara Muning–Balimau terus dikebut. Bupati Tapin H Yamani meninjau langsung progres penanganan jalan nasional tersebut, Kamis (2/7/2026),
Dalam kunjungan itu Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapin Yustan Azidin serta perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam peninjauan itu, rombongan melihat perkembangan pekerjaan peninggian badan jalan yang menjadi bagian dari proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas antara Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sejumlah segmen jalan telah selesai dikerjakan pada tahap pondasi dan saat ini memasuki proses pengurukan guna meninggikan badan jalan agar tidak lagi terendam saat banjir.
Bupati Tapin H Yamani mengatakan penanganan ruas Jalan Muara Muning–Balimau sepanjang sekitar 3,6 kilometer menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurutnya, pekerjaan di lapangan telah berjalan sesuai rencana dan diharapkan mampu memberikan solusi permanen terhadap gangguan lalu lintas akibat genangan banjir.
“Alhamdulillah setelah kita lihat langsung di lapangan, pekerjaan sudah berjalan dengan baik. Saat ini tinggal proses pengurukan badan jalan untuk meningkatkan elevasi sehingga tidak lagi tergenang ketika banjir,” ujar Yamani.
Ia menjelaskan, proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi jalur penghubung utama antara Tapin dan Kandangan. Karena itu, pemerintah daerah berharap pekerjaan dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi pengguna jalan.
“Semoga pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu sehingga masyarakat Tapin maupun Hulu Sungai Selatan dapat beraktivitas dengan lebih lancar tanpa terganggu banjir,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tapin Yustan Azidin menyampaikan bahwa penanganan ruas jalan nasional Muara Muning–Balimau mencakup peninggian badan jalan sepanjang sekitar 3,6 kilometer. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi titik-titik rawan genangan yang selama ini menjadi kendala utama bagi pengguna jalan.
Menurut Yustan, seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis jalan nasional agar memiliki daya tahan dan kualitas yang optimal dalam jangka panjang.
Selain peninggian badan jalan di muara Muning- Balimau, juga ada pekerjaan perbaikan jalan perkerasan bahu jalan di jalan nasional Desa Pabaungan.
“Penanganannnya sesuai dengan standar jalan nasional,” katanya.
Berharap perbaikan jalan mendapat dukungan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung, baik dalam menjaga area pekerjaan maupun mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.
“Dengan dukungan semua pihak, insya Allah pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026,” ujarnya.
Peninggian ruas Jalan Muara Muning–Balimau menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di wilayah selatan Kalimantan Selatan. Kehadiran jalan yang lebih aman dan bebas genangan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (abd/K-6)















