BANJARMASIN, kalimantanpost.com –
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin kembali menggenjot pembangunan infrastruktur drainase tahun di tahun 2026.
Ada sejumlah ruas jalan startegis yang jadi prioritas dan tengah dilaksanakan yakni Jalan Kelayan B, Jalan KS Tubun, Jalan Saka Permai, dan Jalan Madang.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi bagian dari sistem saluran primer yang berperan penting dalam mengalirkan air menuju saluran utama.
Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Harwita Oktania menjelaskan proyek yang dikerjakan tahun ini merupakan pembangunan jaringan baru, bukan rehabilitasi saluran lama.
“Total panjang yang dibangun sekitar 2,3 kilometer di saluran primer. Target kami seluruh pekerjaan rampung sebelum akhir tahun,” kata Harwita, Jumat (3/7/2026).
Harwita mengungkapkan pembangunan drainase baru masih menjadi prioritas, karena cakupan jaringan di Kota Banjarmasin belum memadai. Dari keseluruhan panjang jalan yang ada, baru sekitar 30 persen yang telah dilengkapi drainase.
“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Masih banyak kawasan yang belum memiliki saluran drainase sehingga pembangunan jaringan baru terus diprioritaskan,” tutur Harwita.
Harwita menambahkan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan drainase setiap tahun rata-rata hanya mencapai sekitar tiga kilometer.
Kendati demikian, pemerintah kota berupaya agar penambahan jaringan dilakukan secara bertahap sehingga cakupan layanan terus meningkat.
Meski pembangunan terus dilakukan, ia mengakui kondisi jaringan drainase di Kota Banjarmasin masih jauh dari ideal. Bahkan hingga saat ini, cakupan drainase, baru menyentuh sekitar 30 persen dari kebutuhan secara keseluruhan.
“Kalau melihat panjang jalan yang ada, baru sekitar 30 persen yang memiliki drainase. Jadi cakupan layanan masih perlu terus ditingkatkan dan menjadi fokus kami ke depan,” terangnya.
Mengingat masih rendahnya cakupan tersebut membuat PUPR memilih memprioritaskan pembangunan saluran baru dibandingkan melakukan rehabilitasi drainase eksisting.
Langkah itu dinilai lebih efektif untuk memperluas layanan sekaligus mengurangi titik-titik genangan yang selama ini masih menjadi persoalan dan keluhan masyarakat di sejumlah kawasan.
Adapun anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 7 miliar untuk membangun jaringan drainase primer baru sepanjang 2,3 kilometer tersebut. (ham/KPO-3).















