Pelaihari, KP – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Laut bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Laut menyelenggarakan pelatihan public speaking di Aula Rakat Manuntung, Pelaihari, Senin (6/7/2026).
Agenda pertemuan rutin GOW tersebut mengusung tema “Good Enough Mom/Women: Melepaskan Tuntutan Menjadi Sempurna”.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri, rasa percaya diri, serta kemampuan komunikasi efektif kaum perempuan dalam menghadapi dinamika sosial.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut Hj. Wiwi Zazuli, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanah Laut Ny. Nor Aida Ismail Fahmi, dan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut Maria Ulfah, S.Psi., M.M.
Adapun materi pelatihan interaktif dipaparkan oleh narasumber ahli, Sistia Raisanty, S.M., M.I.Kom., M.M., CPS., CDM.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut, Hj. Wiwi Zazuli, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme para peserta.
Ia menjelaskan bahwa esensi dari tema yang diangkat sangat relevan dengan realitas kehidupan perempuan modern yang kerap dihadapkan pada ekspektasi sosial yang tinggi dalam menjalankan berbagai peran secara simultan.
“Konsep Good Enough Mom/Woman ini mengajarkan bahwa perempuan tidak harus selalu dituntut menjadi sosok yang sempurna tanpa cela. Hal terpenting adalah kemampuan untuk menerima diri sendiri, menjaga stabilitas kesehatan mental, serta menjalankan setiap peran dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan,” ucap Wiwi Zazuli.
Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, menyatakan bahwa program sinergis ini dirancang untuk menstimulasi keberanian kaum perempuan dalam menyuarakan gagasan serta berkontribusi aktif di ranah publik.
Menurutnya, pemilihan tema didasari oleh urgensi pengelolaan kesehatan mental kaum perempuan yang rentan terdampak oleh tekanan sosial lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk memfasilitasi kaum perempuan agar dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mengedukasi mereka untuk mampu menerima kapasitas diri secara objektif,” tutur Maria Ulfah.
Lebih lanjut, Maria Ulfah menyoroti hambatan kultural, seperti budaya patriarki, yang dinilai masih membatasi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan pendapat di ruang publik.
Dirinya juga menyayangkan adanya stigma negatif yang kerap mengidentifikasikan keberanian bersuara dari kaum perempuan sebagai bentuk pembangkangan.
“Ketika kaum perempuan berani bersuara, tindakan tersebut sering kali disalahartikan sebagai bentuk perlawanan. Padahal, hal tersebut murni merupakan bentuk ekspresi atas ketidaknyamanan atau gagasan konstruktif yang sudah semestinya disampaikan secara tepat,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Kepala DP3AP2KB berharap momentum pelatihan ini dapat memperkuat soliditas, kolaborasi, dan saling dukung antarorganisasi wanita di Kabupaten Tanah Laut guna mengikis rasa rendah diri di tengah masyarakat. (rzk/K-6)















