Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sekitar 45 Persil Bangunan Terdampak Pembebasan Lahan NUFRep di Tahap Kedua

×

Sekitar 45 Persil Bangunan Terdampak Pembebasan Lahan NUFRep di Tahap Kedua

Sebarkan artikel ini
IMG 20260710 WA0022 e1783666523113
Pembangunan NUFRep di kawasan Jalan Veteran. (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Tahap pertama program National Urban Flood Resilience Project (NUFRep) hampir rampung. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah bersiap melanjutkan tahap kedua.

Pada tahapan kedua ini, pekerjaan dilakukan meliputi kawasan Sungai Gardu menuju Gatot Subroto. Ada sekitar 45 Persil bangunan yang akan terdampak program prioritas ini.

Kalimantan Post

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengatakan saat ini kawasan yang akan terdampak sudah dalam proses inventarisir sekaligus sosialisasi kepada masyarakat.

“Tahapan kedua ini sudah berproses, sudah kita inventarisir dan sosialisasi kegiatan ini kepada masyarakat yang terdampak,” ucap Chandra, Jumat (10/7/2026).

Setelah sosialisasi itu, lanjut proses penyampaian harga sekaligus pembayaran nilai persil kepada pemilik bangunan yang terkena pembebasan lahan dari program strategis yang mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

Tak dipungkiri Chandra, dalam proses pembebasan lahan ini. PUPR Kota Banjarmasin membutuhkan waktu dua bulan dan ditargetkan September mendatang sudah selesai pembebasan lahannya.

Kemudian setelah itu, pelaksanaan pembangunan kontruksinya akan dilanjutkan Balai Wilayah Sungai (BWS) III.

“Kita lihat lagi di September nanti. Apa nanti terkendala nilai persil yang tidak disetujui atau seperti apa,” tuturnya.

Dalam pembebasan lahan di tahap kedua ini lanjutnya, ada proses hibah lahan dari Korem 101/Antasari yang ikut terdampak.

Untuk pembebasan lahan tahap kedua ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 140 miliar guna mendukung revitalisasi Sungai Veteran.

Adapun tahapan ketiga pelaksanaanya proyek normalisasi sungai tersebut mencakup pada ruas Gatot Subroto hingga Simpang Ulin.

Dimana dalam tahap ketiga nanti, Pasar Batuah dan Pasar Kuripan yang terdampak yang mana saat ini sudah mulai dilakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga.

Baca Juga :  Walikota Yamin Minta SKPD Matangkan Perencanaan, Serapan Anggaran Harus Maksimal

Diketahui sebelumnya, tahap pertama program prioritas ini sudah memasuki proses penyelesaian yang mana pekerjaan meliputi ruas Kelenteng hingga Poli Kedokteran Simpang Ulin.

Untuk mempercepat realisasi normalisasi sungai tersebut, pemerintah kota telah membentuk tim terpadu yang melibatkan sejumlah instansi yang terdiri dari unsur PUPR, BWS III, serta pihak terkait lainnya yang bertugas mengoordinasikan percepatan pelaksanaan proyek. (ham/KPO-3).

Iklan
Iklan