BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Angka pengangguran di Kota Banjarmasin berada posisi tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) sebesar 6,48 persen.
Bahkan dibandingkan provinsi Kalsel sendiri yang hanya 4,45 persen. Tentu angka pengangguran di Kota Seribu Sungai tersebut terbilang mengkhawatirkan.
Apalagi, data dari Januari hingga Juni 2026 lalu tercatat ada sekitar 102 pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Sementara data pencari kerja di Kota Banjarmasin saat ini terdata ada sekitar 21 ribu dengan usia produktif.
“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa mengurai angka pengangguran yang cukup tinggi ini,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, Jumat (10/7/2026).
Adapun upaya yang dilakukan Diskopumper Kota Banjarmasin dalam menekan angka pengangguran tersebut. Salah satunya dengan berkolaborasi seluruh perusahaan yang ada.
Kolaborasi yang dimaksudnya dengan melaporkan atau menginformasikan terkait lowongan kerja yang dibuka.
“Laporan ini sifatnya wajib dan sudah dibuat dalam instruksi Wali Kota. Jadi seluruh perusahaan di Banjarmasin wajib menyampaikan laporan lowongan kerja di kami,” tegasnya.
Setelah ada laporan itu, tentunya Diskopumper Kota Banjarmasin akan memfasilitasi dan menemukan perusahaan dengan pencari kerja.
Contohnya seperti baru-baru tadi, PT Emas Murni yang meminta difasilitasi untuk mencari tenaga kerja security dan costumer service.
“Sudah ada beberapa perusahaan lain juga. Ke depan kita juga akan melakukan kolaborasi dengan UIN dengan merekrut tenaga kerja yang cukup besar di Agustus,” bebernya.
Di samping itu, setiap tahunnya Diskopumper Kota Banjarmasin juga melaksanakan job fair dengan mengandeng seluruh perusahaan di Kota Seribu Sungai.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menfasilitasi berbagai pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjarmasin yang bertujuan agar mereka berpenghasilan secara mandiri. Bahkan sampai menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat luas.
Tentunya dalam menunjang hal itu, Diskopumper Kota Banjarmasin mencoba memaksimalkan BLK dengan merealisasikan pembangunan Aula Gawi Seberataan di kawasan BLK yang berada di Jalan AMD, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Mengingat selama ini, BLK hanya memiliki ruang praktik seperti menjahit dan service motor saja. Maka dari itu, aula yang diperkirakan dapat menampung 200 hingga 250 orang dengan anggaran Rp2,4 miliar itu nantinya bisa lebih memaksimalkan pelatihan.
“Semoga upaya kita ini dapat mengurai angka pengangguran di Banjarmasin,” pungkasnya. (ham/KPO-4).















