Terjadi peningkatan titik api, dengan total 81 kejadian
BANJARMASIN, KP – Pemerintah Provinsi Kalsel bersiap melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Program tersebut direncanakan berlangsung mulai 15 hingga 21 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
Pelaksanaan OMC diharapkan mampu mengurangi risiko meluasnya kebakaran melalui peningkatan potensi hujan di wilayah yang rawan terdampak.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi menghadapi musim kemarau yang mulai memicu munculnya titik-titik api.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kejadian kebakaran di sejumlah daerah.
Berdasarkan data BPBD, hingga saat ini tercatat sebanyak 81 kejadian kebakaran di berbagai wilayah Kalsel.
Ronny menjelaskan, dalam tiga hari terakhir saja terdapat 12 kejadian kebakaran yang harus ditangani oleh petugas gabungan.
“Terjadi peningkatan titik api, dengan total 81 kejadian dan dalam tiga hari terakhir terdapat 12 kejadian kebakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih terdapat beberapa lokasi yang belum dapat ditangani secara maksimal karena terkendala akses menuju titik kebakaran.
Salah satu wilayah yang mengalami kendala tersebut berada di kawasan Rantau sehingga membutuhkan dukungan penanganan melalui jalur udara.
“Ada beberapa daerah yang belum bisa ditangani, khususnya di wilayah Rantau, karena akses menuju lokasi cukup sulit,” kata Ronny.
Kondisi itu membuat upaya pemadaman dari darat menjadi kurang efektif.
BPBD Kalsel berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan untuk mempercepat penanganan kebakaran di daerah yang sulit dijangkau.
Bantuan tersebut berupa operasi udara menggunakan helikopter water bombing yang diharapkan mampu menekan penyebaran api.
“Kami berharap segera ada tindak lanjut melalui operasi udara dengan helikopter water bombing dari BNPB agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” ucap Ronny.
Dengan sinergi antara OMC, pemadaman darat, dan dukungan udara, pemerintah berharap risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalsel dapat diminimalkan. (*/K-2)















