Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan

×

Pemko Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Hal 6 3 KLM BJB 1 14
RAKOR- Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (16/7), yang menetapkan Status Siaga Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. (KP/Devi)

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota Banjarbaru menetapkan Status Siaga Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (16/7).

Penetapan status siaga dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan selama musim kemarau. Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di tingkat provinsi.

Kalimantan Post

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan hingga masyarakat.

“Hari ini kita sepakat menetapkan status siaga karhutla untuk Kota Banjarbaru. Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan maupun penanganan berjalan maksimal,” ujarnya.

Menurut Lisa, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan telah teridentifikasi tiga titik panas (hotspot) di Kota Banjarbaru. Kecamatan Cempaka menjadi wilayah yang paling rawan sehingga memerlukan perhatian khusus.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Banjarbaru akan menggelar apel kesiapsiagaan dan mengaktifkan posko-posko terpadu guna memperkuat koordinasi penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Dari tiga hotspot yang ada saat ini, Cempaka menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak. Insyaallah kita segera melaksanakan apel kesiapsiagaan dan menyiapkan posko-posko terpadu agar seluruh personel dan peralatan siap bergerak kapan saja,” katanya.

Selain memperkuat kesiapan personel dan sarana pendukung, pemerintah juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah karhutla. Mari kita bersama-sama menjaga Banjarbaru agar tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana asap,” tegas Lisa.

Baca Juga :  Pemkot Banjarbaru Matangkan Kesiapan Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Melalui penetapan status siaga tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendorong partisipasi masyarakat guna meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau.(Dev/k-5)

Iklan
Iklan