BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Momentum Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi perayaan capaian pembangunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan mengenang jasa para tokoh yang pernah mengemban amanah memimpin Banua.
Melalui Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalsel kembali menggelar anjangsana ke kediaman Wakil Gubernur Kalsel periode 2005–2010, H. M. Rosehan Noor Bahri, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tahunan yang diinisiasi Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Kalsel tersebut dipimpin Sekretaris DPRD Kalsel H. Muhammad Jaini, didampingi jajaran Dinas Sosial Kalsel.
Anjangsana ini bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pemimpin terdahulu sekaligus upaya menjaga kesinambungan komunikasi antargenerasi kepemimpinan di Banua.
Selain mengenang kontribusi para tokoh terdahulu, silaturahmi juga menjadi kesempatan untuk memohon doa dan restu serta menyerap berbagai masukan sebagai bahan dalam melanjutkan pembangunan Kalsel.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Jaini menyerahkan tali asih dan bingkisan titipan pimpinan daerah kepada Rosehan.
“Kami menyerahkan bingkisan titipan dari Bapak Gubernur. Kegiatan anjangsana ini memang agenda rutin tahunan untuk menyapa para Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel periode terdahulu,” ujar Jaini.
Rosehan menyambut hangat kedatangan rombongan. Ia mengapresiasi perhatian Pemprov Kalsel yang konsisten menjaga silaturahmi dengan para pemimpin terdahulu.
“Terima kasih dan salam hormat kepada Pak Gubernur, Pak Wagub, serta Pak Sekda atas kunjungan yang selalu rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Kami berharap beliau bertiga senantiasa kompak dalam mengemban amanah,” tutur Rosehan.
Menurut Rosehan, komunikasi antara pemerintah dan unsur legislatif sangat penting untuk memastikan pembangunan Banua tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.
“Kebetulan saat ini ulun bertugas di DPRD, jadi mari kita kawal bersama-sama pembangunan ini agar penggunaan anggaran benar-benar efektif, efisien, serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari makna anjangsana. Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran, tetapi juga membutuhkan sinergi, pengawasan serta pengalaman dari para tokoh yang telah melewati berbagai fase pembangunan Banua.
Anjangsana dalam momentum Hari Jadi Kalsel diharapkan tidak berhenti sebagai tradisi tahunan. Lebih dari itu, silaturahmi tersebut menjadi jembatan komunikasi antara pemimpin masa lalu dan generasi pemerintahan saat ini, sehingga pengalaman, gagasan dan nasihat para tokoh terdahulu dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Kalsel ke depan. (nau/K-5)















