Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Desa Hatiwin Berkembang, Desy Oktavia Sari Dorong Budaya Banua Tak Tergusur

×

Desa Hatiwin Berkembang, Desy Oktavia Sari Dorong Budaya Banua Tak Tergusur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260812 WA0001 e1786468111103

TAPIN, Kalimantanpost.com – Perkembangan Desa Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, mulai membuka peluang baru bagi masyarakat. Potensi alam, khususnya Danau Hatiwin yang dikembangkan sebagai destinasi wisata, menjadi modal untuk menggerakkan ekonomi desa.

Namun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengingatkan agar perkembangan tersebut tidak membuat budaya dan kearifan lokal masyarakat terpinggirkan.

Kalimantan Post

Pesan itu disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal di Desa Hatiwin, Minggu (9/8/2026).

Menurut Desy, kemajuan desa dan pelestarian budaya seharusnya berjalan beriringan. Potensi wisata akan memiliki nilai lebih ketika masyarakat mampu mempertahankan karakter dan identitas daerahnya.

“Kalau Hatiwin berkembang menjadi tujuan wisata, yang kita jual bukan hanya pemandangannya. Keramahan, budaya, pengetahuan dan cara masyarakat menjaga lingkungannya juga menjadi bagian dari kekuatan desa,” kata Desy.

Ia mendorong masyarakat agar tidak melihat kearifan lokal hanya sebagai warisan masa lalu. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan sosial sekaligus modal ekonomi apabila dikembangkan secara kreatif dan melibatkan masyarakat.

Perda Nomor 4 Tahun 2017 mencakup berbagai aspek kebudayaan, mulai pengelolaan dan pelestarian budaya, cagar budaya, tradisi, pengetahuan tradisional, lembaga budaya dan adat, kesenian hingga sejarah lokal.

Regulasi tersebut juga menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan masyarakat.

Desy mengatakan penerapannya dapat dimulai dari hal sederhana yang dekat dengan keseharian warga. Misalnya, mengenalkan budaya Banua kepada generasi muda, menjaga lingkungan sekitar Danau Hatiwin, serta mengembangkan kuliner dan aktivitas wisata yang memiliki ciri khas lokal.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pertumbuhan sektor wisata benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus menjaga karakter desa.

Baca Juga :  6.691 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan

“Jangan sampai anak-anak kita nanti mengenal budaya daerah hanya dari buku, sementara di lingkungannya sendiri sudah tidak melihatnya. Kita bisa mulai dari keluarga dan desa, dari hal sederhana yang masih kita punya dan bisa kita wariskan,” ujarnya.

Ia berharap perkembangan Desa Hatiwin dapat menjadi contoh bahwa kemajuan ekonomi dan pelestarian budaya bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, keduanya dapat saling menguatkan untuk membangun desa yang maju tanpa kehilangan jati diri Banua.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan