Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Jembatan Simpang Ulin-Veteran Disorot, PUPR Evaluasi Bersama BWS Kalimantan III

×

Jembatan Simpang Ulin-Veteran Disorot, PUPR Evaluasi Bersama BWS Kalimantan III

Sebarkan artikel ini
Hal 1 3 KLM Atas
SIMPANG ULIN - Pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Simpang Ulin dengan Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Tengah. (KP/Diah)

Banjarmasin, KP – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Simpang Ulin dengan Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Tengah, menjadi sorotan. Selain konstruksinya yang dinilai cukup tinggi, perubahan saluran air di sekitar proyek juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan dan potensi genangan.

Proyek yang merupakan bagian dari National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) tersebut mendapat perhatian warga, kalangan akademisi hingga YLKI Kalimantan. Sejumlah pihak mempertanyakan kemiringan akses menuju jembatan yang dikhawatirkan terlalu terjal dan kurang aman bagi kendaraan.

Kalimantan Post

Menanggapi sorotan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Chandra Iriandi Wijaya mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III selaku pihak yang menangani pembangunan.

“Pekerjaan yang dikerjakan oleh BWS akan kami koordinasikan untuk rencana penanganannya. Target kita agar nantinya jembatan tersebut tetap nyaman serta menjamin keselamatan dan keamanan bagi para pengguna jalan,” kata Chandra, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, bentuk jembatan yang saat ini terlihat menjulang belum menggambarkan kondisi akhir. Struktur yang sudah terbangun masih berupa bagian bawah jembatan atau abutment, sedangkan jalan pendekat atau oprit masih dalam proses pengerjaan.

Karena itu, Chandra meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi akhir jembatan hanya berdasarkan struktur yang terlihat saat ini.

Ia memastikan desain oprit nantinya harus memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Akses menuju jembatan diharapkan dibuat landai sehingga tidak terlalu terjal saat dilalui kendaraan.

“Bisa saja terlihat tinggi karena belum maksimal dan masih bagian abutment. Nanti ada oprit yang menyambung langsung ke jalan agar landai dan nyaman dilalui. Tentu standar oprit yang diinginkan aman dan tidak terlalu menanjak,” jelasnya.

Baca Juga :  Balai Kota Banjarmasin Bersolek Ala Istana di HUT Kemerdekaan, 2.000 Tamu Bakal Hadir

Drainase Ikut Dievaluasi

Selain konstruksi jembatan, sistem drainase di sekitar proyek juga menjadi perhatian PUPR. Perubahan saluran air akibat pembangunan dikhawatirkan memengaruhi aliran air menuju kawasan permukiman.

PUPR Banjarmasin akan kembali melihat kondisi drainase di lapangan untuk memastikan pembangunan jembatan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama genangan ketika hujan turun.

“Terkait potensi banjir, itu berkaitan langsung dengan sistem saluran drainase. Nanti akan kami cek dan evaluasi kembali di lapangan bersama BWS Kalimantan III,” tegas Chandra.

Evaluasi teknis tersebut diupayakan dilakukan dalam waktu dekat. Hasil pengecekan akan menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan sebelum jembatan digunakan secara penuh oleh masyarakat.

PUPR Banjarmasin berharap proyek tersebut tidak sekadar menghadirkan akses penghubung baru, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan serta tidak mengganggu sistem drainase kawasan.

Dengan demikian, pembangunan jembatan Simpang Ulin-Veteran diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menghadirkan persoalan baru di kemudian hari. (Ham/K-1)

Iklan
Iklan