BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wakil Menteri Koordinator Pangan, Dr Hanif Faisol Nurofiq melakukan opening ceremony Kampanye World Cleanup Day 2026 di General Building Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Selasa (18/8/2026).
Kampanye World Cleanup Day 2026 diawali di Banjarmasin, serentak se Indonesia untuk melakukan aksi bersih-bersih yang akan berakhir pada 20 Oktober mendatang.
“WCD ini merupakan momentum menuju perubahan prilaku,” kata Hanif pada aksi bersih-bersih yang melibatkan ratusan mahasiswa ULM.
Hanif mengatakan, aksi bersih tahunan adalah pintu masuk, yang tujuan utama adalah mencetak agem perubaham prilaku yang aktif sepanjang tahun di keluarga, kampus, sekolah dan tempat kerja.
“Disini ULM berperan sebagai pusat inovasi dan kontribusi mahasiswa jangan berhenti pada kegiatan memungut sampah,” tambahnya, pada acara yang dihadiri Rektor ULM, Prof Dr Ahmad.
Namun juga melakukan inovasi dan merubah perilaku untuk menangani sampah dengan baik, salah satunya melalui 3R (reuse, reduse dan recycle).
“Ini agar bisa mengurangi masalah sampah, yang hingga kini tidak selesai dan masih menjadi masalah serius,” jelas Hanif.
Untuk itulah, kampanye WCD 2026 ini bisa terus berlanjut untuk penanganan sampah yang perlu didukung semua pihak, sehingga persoalan sampah bisa diurai.
“Saya berharap di Kalsel bisa jadi bibit kota bersih, karena menempati urutan tiga, yang bisa menangani persoalan sampah,” tegasnya.
Hanif mengungkapkan, jumlah sampah secara nasional mencapai 144.349 ton/hari, yamg sudah terkelola baru 24,73 persen, atau 35.697 ton/hari.
“Namun 75,27 persen sampah masih belum terkelola baik, atau sebesar 108.652 ton. Ini yang perlu dicarikan solusinya,” jelas Hanif.
Rektor ULM, Prof Ahmad mengatakan, kampanye WCD ini menjadi tantangan bagi ULM untuk ikut terlibat dalam mengatasi persoalan sampah di Kalsel.
“Jadi ULM harus terlibat dalam strategi penanggulangan sampah di Kalsel,” kata Prof Ahmad.
Prof Ahmad juga meminta agar segera dibentuk unit kegiatan mahasiswa yang khusus peduli sampah, yang akan menggalang 34 ribu mahasiswa ULM, agar terlibat penanggulangan sampah.
“10 ribu aja mahasiswa ULM yang peduli sampah, kemudian disebar di wilayah Kalsel, pasti mampu merubah wajah persampahan,” tegasnya. (adv/lyn/KPO-4)















