BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kondisi salah satu lapangan sepak bola milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang terlihat kurang terawat mendapat perhatian dari DPRD Kota Banjarmasin.
Fasilitas yang seharusnya bisa menjadi tempat masyarakat berolahraga dan mendukung pembinaan atlet tersebut dinilai perlu segera mendapat penanganan.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Gerindra, Hari Kartono, meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjarmasin tidak membiarkan fasilitas olahraga yang sudah tersedia begitu saja. Menurutnya, keberadaan sarana olahraga akan kehilangan manfaat apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang maksimal.
Hari menilai, penyediaan lahan maupun pembangunan fasilitas olahraga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, setelah fasilitas tersedia, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan aset tersebut dapat digunakan sebagaimana tujuan awalnya.
“Untuk apa membeli atau menyediakan lahan untuk fasilitas olahraga kalau kemudian tidak difungsikan sebagaimana mestinya, ini harus menjadi perhatian Dispora,” ujar Hari, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, lapangan sepak bola yang representatif menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung pembinaan atlet di Kota Banjarmasin. Keberadaan tempat latihan yang layak akan memberikan ruang bagi para pemain untuk mengasah kemampuan sekaligus menjalani latihan secara rutin.
Ia mengatakan, pembinaan sepak bola tidak bisa hanya bergantung pada program pelatihan maupun kompetisi yang digelar pemerintah atau organisasi olahraga. Para atlet juga membutuhkan fasilitas yang aman, nyaman dan dapat digunakan secara berkelanjutan untuk menunjang proses latihan.
Hari yang juga berkecimpung dalam organisasi PSSI Kota Banjarmasin itu menegaskan, setiap aset olahraga milik pemerintah seharusnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai fasilitas yang telah dibangun hanya terlihat secara fisik, tetapi tidak memiliki fungsi yang optimal.
“Lapangan yang layak sangat diperlukan untuk pembinaan dan latihan atlet sepak bola, jangan sampai aset olahraga hanya ada secara fisik, tetapi tidak dimanfaatkan,” tegasnya.
Ia pun mendorong Dispora Kota Banjarmasin untuk segera mengevaluasi kondisi lapangan tersebut. Evaluasi dinilai penting untuk mengetahui kebutuhan perawatan, penataan maupun perbaikan sehingga fasilitas itu kembali bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan para atlet.
Hari menambahkan, optimalisasi fasilitas olahraga bukan sekadar persoalan memperbaiki infrastruktur. Lebih dari itu, pengelolaan sarana olahraga merupakan bagian dari investasi pemerintah dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga Kota Banjarmasin.
“Kalau fasilitasnya tersedia dan dikelola dengan baik, tentu akan lebih banyak anak-anak muda yang bisa berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka,” pungkasnya. (nug/KPO-4)















