BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kerusakan sejumlah fasilitas pasar di Kota Banjarmasin diminta tidak dibiarkan berlarut-larut.
DPRD Kota Banjarmasin mendorong Pemko bersama Perumda Pasar Baiman bergerak cepat melakukan perbaikan dan penataan agar aktivitas perdagangan masyarakat tidak terganggu.
Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Hariyadi, mengatakan Perumda Pasar harus lebih responsif menangani fasilitas dan utilitas pasar yang mengalami kerusakan.
“Pemko harus bisa lebih cepat dalam melakukan penanganan, terutama yang berkaitan dengan fasilitas dan utilitas yang berada di tengah-tengah pasar,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Faisal memahami perbaikan aset pemerintah tidak selalu dapat dilakukan segera karena terkendala mekanisme penganggaran. Kerusakan yang muncul setelah anggaran ditetapkan terkadang membuat perbaikan harus menunggu penganggaran berikutnya.
Namun, menurut politisi PAN tersebut, persoalan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan fasilitas pasar dibiarkan rusak hingga kondisinya semakin parah.
“Kami melihat upaya-upaya perbaikan yang dilakukan perumda untuk kepentingan masyarakat masih cukup lambat. Padahal masyarakat membutuhkan fasilitas yang layak,” katanya.
Pasar Teluk Dalam Disorot
Faisal juga menyoroti kondisi sejumlah pasar, termasuk fasilitas yang terdampak kebakaran di Pasar Teluk Dalam. Kerusakan akibat kebakaran maupun persoalan fasilitas lainnya dinilai dapat memengaruhi kenyamanan pedagang dan pembeli.
“Beberapa waktu terakhir ada kebakaran, kemudian ada sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan. Ini tentunya ikut mengganggu aktivitas jual beli masyarakat di pasar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembenahan pasar tidak boleh hanya dilakukan setelah kerusakan terjadi. Perawatan dan peremajaan harus dilakukan secara berkala sehingga aset pasar tetap layak digunakan.
“Harus ada upaya Pemko berkaitan dengan peremajaan dan perbaikan fasilitas. Jangan sampai fasilitas yang baru diperbaiki kemudian kembali mengalami kerusakan,” tegasnya.
Perumda Siapkan Penataan
Direktur Utama Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakura, mengatakan memasuki tahun kedua, pihaknya akan meningkatkan penataan sekaligus memperbaiki aset-aset yang dikelola.
“Selain penataan sekaligus perbaikan aset-aset yang dikelola,” ujarnya.
Sejumlah kawasan menjadi perhatian, di antaranya Pasar Sentra Antasari dan Harum Manis. Perumda Pasar Baiman juga menyiapkan relokasi pedagang dari kawasan Kilometer 1 ke pasar yang telah disiapkan.
Untuk pasar yang belum lama ini terbakar, pihaknya telah menggelar rapat bersama para pedagang. Salah satu opsi yang disiapkan yakni memindahkan pedagang sementara ke toko-toko yang masih kosong.
“Pasar yang belum lama tadi terbakar kami sudah melakukan rapat bersama para pedagang, opsinya dipindahkan ke toko-toko yang kosong,” katanya.
Pedagang Ditata Sesuai Jenis Usaha
Relokasi tersebut tidak sekadar memindahkan pedagang. Perumda Pasar Baiman juga akan menata kawasan berdasarkan jenis usaha agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan nyaman.
Pedagang kuliner akan dikelompokkan dalam satu kawasan. Sementara pedagang yang menjalankan aktivitas pembakaran atau menghasilkan asap akan ditempatkan di lokasi khusus sehingga tidak mengganggu pengunjung maupun pedagang lainnya.
“Misalnya wilayah kuliner kita jadikan satu wilayah kuliner. Kalau kulinernya bakar-bakaran, kita tempatkan khusus supaya asapnya tidak mengganggu pengunjung dan pedagang lainnya,” jelas Abdan.
Sedangkan pedagang nonkuliner akan diarahkan kembali ke lokasi sesuai peruntukan tempat usahanya.
“Yang peruntukannya bukan kuliner akan kita tata ulang sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya.
Pembenahan pasar di Banjarmasin diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fasilitas yang rusak. Penataan kawasan, pemeliharaan rutin, serta penempatan pedagang sesuai jenis usaha menjadi bagian penting untuk mewujudkan pasar yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.(nau/KPO-1)















