Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kepala Sekolah di Banjarmasin Didorong Mahir Public Speaking

×

Kepala Sekolah di Banjarmasin Didorong Mahir Public Speaking

Sebarkan artikel ini
IMG 20260820 WA0038
Kepala Sekolah di Banjarmasin mengikuti Bimtek Komunikasi dan Kepemimpinan SDM Bidang Pendidikan Tahun 2026 di Ballroom Galaxy Hotel Banjarmasin, Kamis (20/8/2026). (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mendorong seluruh kepala sekolah di Kota Banjarmasin mahir berbicara di depan umum atau public speaking.

Kemampuan tersebut dinilai penting dalam menunjang peran kepala sekolah sebagai pemimpin di lingkungan satuan pendidikan sekaligus representasi satuan pendidikan di hadapan publik.

Kalimantan Post

Upayah itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi dan Kepemimpinan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Pendidikan di Ballroom Galaxy Hotel Banjarmasin, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut secara khusus diikuti kepala sekolah dari jenjang TK, SD, SMP hingga kepala sanggar belajar.

“Bimtek ini merupakan kegiatan kompetensi untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Baik pengawas, guru, tenaga administator dan hari ini khusus kepala sekolah dari tingkat TK, SD, SMP hingga kepala sanggar belajar,” kata Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama di sela-sela kegiatan.

Menurut Ryan kemampuan public speaking semakin penting karena kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola satuan pendidikan, tetapi juga menjadi representasi sekolah di hadapan publik.

Di tengah tuntutan keterbukaan informasi dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan, komunikasi kepala sekolah menjadi bagian penting dari citra dan kepercayaan terhadap sebuah satuan pendidikan.

Maka dari itu, peningkatan kemampuan public speaking bukan sekadar membuat kepala sekolah lebih percaya diri ketika berbicara. Kompetensi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas kepemimpinan, membangun hubungan yang lebih baik dengan warga sekolah, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.

“Apa yang menjadi statment kepala sekolah itu merupakan representasi pemerintah kota. Sehingga apa yang disampaikan harus membangun citra yang baik, efektif, tidak menimbulkan multitafsir atau multi interpretasi juga tidak berdampak hukum itu yang harus kita berikan soft skill kepada kepala sekolah tekait hal tersebut,” pungkasnya. (Ham/KPO-3).

Baca Juga :  Golkar Banjarmasin Salurkan Bantuan ke Enam Masjid, Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat

Iklan
Iklan