Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Ribuan Hektar Lahan Telah Terbakar

×

Ribuan Hektar Lahan Telah Terbakar

Sebarkan artikel ini
DSC05152
Tampak Masyarakat sedang berusaha memdamkan api yang membakar lahan dengan peralatan apapun yang ada yang bisa digunakan. (Dok Pribadi/Hafiz)

Banjarbaru, KP – Luasan lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) sel diperkirakan telah mencapai 6.029,67 hektare.

Selama periode 1 Januari hingga 18 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat sebanyak 1.552 kejadian karhutla.

Kalimantan Post

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan dan bersihkan lahan masing-masing,” pesan Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Kamis (20/8).

Dari ribuan hektare lahan terbarak tersebar di beberapa daerah itu, Banjarbaru, Banjar dan Tanah Laut menjadi kabupaten/kota paling terdampak.

Sebanyak 286 kejadian karhutla terjadi di Kabupaten Banjar dengan luasan 1.347,62 hektare.

Disusul Tanah Laut dengan 263 kejadian dan seluas 1.244,08 hektare. Kemudian Banjarbaru dengan 322 kejadian dan luasan sekitar 1.029,7 hektare.

Akibat karhutla tersebut asap di sebagian Banjarbaru dan Banjar sudah tebal.

Bahkan mulai mengganggu pandangan dan pernafasan.

Selain itu aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, juga terganggu.

Terdapat 12 penerbangan yang terganggu pada pagi 19 Agustus.

Terdiri atas empat penerbangan kedatangan dan delapan penerbangan keberangkatan.

Gangguan tersebut terjadi karena jarak pandang belum memenuhi kondisi ideal untuk mendukung aktivitas penerbangan.

Empat penerbangan yang terdampak pada sisi kedatangan yakni Citilink QG 484 rute Surabaya–Banjarmasin (SUB–BDJ), Citilink QG 1492 rute Balikpapan–Banjarmasin (BPN–BDJ), Super Air Jet IU 628 rute Jakarta–Banjarmasin (CGK–BDJ), serta Wings Air IW 1395 rute Balikpapan–Banjarmasin (BPN–BDJ).

Sementara dari sisi keberangkatan, delapan penerbangan mengalami keterlambatan.

Penerbangan tersebut meliputi Citilink QG 483 rute Banjarmasin–Jakarta (BDJ–CGK), Super Air Jet IU 639 (BDJ–CGK), Wings Air IW 1394 (BDJ–BPN), Lion Air JT 315 (BDJ–SUB).

Kemudian Lion Air JT 543 (BDJ–SRG), Wings Air IW 1481 (BDJ–AAP), Citilink QG 485 (BDJ–SUB), dan Citilink QG 1493 (BDJ–BPN).

Baca Juga :  Spiritualitas Agustusan, Semangat Huma Betang dan Masa Depan Gerakan Sosial Dayak

Manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor memastikan kondisi operasional berangsur normal setelah jarak pandang membaik.

Pesawat yang sebelumnya tertahan secara bertahap kembali dapat melakukan pendaratan maupun lepas landas.

“Seiring membaiknya jarak pandang, penerbangan yang terdampak telah kembali beroperasi menuju tujuan masing-masing,” kata General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana. (mns/K-2)

Iklan
Iklan