Banjarbaru, KP – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tak hanya bergantung pada ketersediaan pompa dan air.
Akses menuju titik kebakaran juga menjadi bagian penting agar proses pemadaman dapat berjalan cepat.
Hal itu dilakukan di kawasan Embung Jokowi, Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru, yang menjadi salah satu lokasi penempatan peralatan bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mendukung penanganan karhutla, Kamis (27/8).
Danlanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menjelaskan, sejumlah pompa air beserta perlengkapan pendukung pemadaman disiagakan di lokasi. Namun, untuk memastikan peralatan tersebut dapat dimobilisasi menuju kawasan yang membutuhkan, alat berat turut dikerahkan untuk membuka dan memperlancar akses.
“Langkah tersebut memungkinkan truk maupun kendaraan pengangkut air lebih mudah menjangkau lokasi yang membutuhkan dukungan pemadaman. Dengan akses yang lebih baik, distribusi air diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terutama ketika tim harus bergerak menuju titik kebakaran,” ucapnya
Dukungan peralatan ini diprioritaskan untuk memperkuat penanganan karhutla pada tiga zona yang menjadi perhatian utama, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pangayuan.
Di lapangan, personel Satgas Darat Karhutla Lanud Sjamsudin Noor turut memastikan peralatan bantuan tetap aman dan siap digunakan. Pengamanan dilakukan selama 24 jam melalui sistem pergantian shift pagi dan malam.
“Kesiapsiagaan tersebut dilakukan karena peralatan pemadaman harus dapat segera dimanfaatkan ketika dibutuhkan.
Pompa air yang ditempatkan di lokasi menjadi salah satu dukungan untuk memperkuat suplai air dalam upaya menangani kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki tantangan medan,” paparnya.
Sementara itu, alat berat berperan dalam membuka akses agar kendaraan dan peralatan pemadaman tidak terkendala saat menuju lokasi.
Pengamanan peralatan akan terus dilakukan hingga status tanggap darurat karhutla di Kalimantan Selatan dinyatakan berakhir.
Dengan kombinasi pompa air, alat berat, personel di lapangan, serta dukungan masyarakat, penanganan karhutla di kawasan Banjarbaru terus diperkuat.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa menghadapi karhutla bukan hanya soal memadamkan api ketika sudah membesar, tetapi juga memastikan air, peralatan, kendaraan, dan akses menuju titik kebakaran semuanya siap bergerak ketika dibutuhkan. (*/K-2)















