BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Master Nasional Wanita (MNW) Nishfa Dayyana Rahmah (jilbab hitam), pecatur muda asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berhasil tampil sebagai yang terbaik pada Seleksi Tahap III Pembentukan Tim Catur Puteri Pra PON Kalimantan Selatan (Kalsel).
Seleksi yang berlangsung pada 29 – 30 Agustus 2026 di Citra Graha, Landasan Ulin, Banjarmasin, tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan Tim Catur Pra PON Kalsel.
Perjalanan menuju pembentukan tim tersebut telah berlangsung melalui beberapa tahapan seleksi. Pada seleksi tahap awal yang sekaligus merupakan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur se-Kalimantan Selatan, Pengprov Percasi Kalsel mengambil 30 pecatur putera terbaik dan 10 pecatur puteri terbaik untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Selanjutnya, pada Seleksi Tahap II, jumlah peserta bertambah setelah Pengprov Percasi Kalsel memberikan rekomendasi untuk memanggil sejumlah pecatur bergelar serta pecatur terbaik yang tidak mengikuti seleksi tahap awal atau Kejurprov.
Dengan adanya tambahan tersebut, peserta Seleksi Tahap II terdiri dari 34 pecatur putera dan 14 pecatur puteri. Dari tahap ini kemudian disaring kembali menjadi 10 pecatur putera dan 8 pecatur puteri terbaik untuk mengikuti Seleksi Tahap III.
Memasuki Seleksi Tahap III yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026, persaingan semakin ketat. Pada tahap inilah para pecatur terbaik kembali beradu kemampuan untuk memperebutkan tempat dalam skuad inti Tim Catur Pra PON Kalsel, dengan komposisi akhir yang akan diambil sebanyak 6 pecatur putera dan 6 pecatur puteri.
Nishfa Sapu Bersih Empat Babak
Keberhasilan Nishfa Dayyana Rahmah meraih juara I Seleksi Tahap III Puteri bukanlah perkara mudah. Pecatur HSU yang baru berusia 17 tahun itu harus melewati empat babak pertandingan dan menghadapi sejumlah lawan tangguh, termasuk pecatur yang sebelumnya tampil sebagai juara pada tahapan seleksi terdahulu.
Penampilan Nishfa sudah mencuri perhatian sejak babak pertama. Ia berhasil mengalahkan Ramia Nisa, pecatur asal Hulu Sungai Tengah (HST).
Memasuki babak kedua, Nishfa kembali menunjukkan permainan solid dengan menumbangkan Lisa Ariani dari Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Pada babak ketiga, Nishfa kembali meraih kemenangan setelah berhasil mengalahkan pecatur bergelar WMN Radiatul Adawiyah dari Kabupaten Banjar yang memiliki pengalaman panjang di dunia percaturan.
Kemudian pada babak keempat atau partai terakhir, Nishfa kembali berhasil mengamankan kemenangan atas Ruspiah dari Kabupaten Tabalong.
Dari empat babak yang dimainkan, Nishfa menyapu bersih seluruh pertandingan dengan empat kemenangan dan mengoleksi 12 poin. Dalam Seleksi Pra PON kali ini, Pengprov Percasi Kalsel menggunakan sistem skor dengan ketentuan kemenangan mendapat 3 poin, hasil imbang 1 poin, dan kekalahan 0 poin.
Peringkat kedua ditempati pecatur senior WNM Robiatul Adawiyah dari Kabupaten Banjar dengan 7 poin, posisi ketiga Lisa Ariani (Tanah Laut) dengan 7 poin dan peringkat oleh Rizka Aulia Rahmi, SH, WNM dengan 7 poin.
Lalu, posisi kelima oleh NMN. Helma Ghinaya, S.Kom (Hulu Sungai Utara dengan 5 poin dan peringkat keenam oleh Ruspiah dari Tabalong dengan 4 poin.
“Saya sangat bangga bisa menjadi yang terbaik pada Seleksi Pra PON Tahap III kali ini. Karena pada tahap II saya harus berhadapan dengan dua orang kakak kandung saya, sehingga saya tidak bisa meraih juara dan poin penuh,” ujar Nishfa dengan wajah penuh kegembiraan.
Kebahagiaan Nishfa semakin lengkap karena kedua kakak kandungnya, Rizka Aulia Rahmi, SH, WNM dan NMN. Helma Ghinaya, S.Kom, juga berhasil menunjukkan prestasi dengan menempati posisi empat dan lima besar pada seleksi kali ini.
Dengan hasil tersebut, Nishfa semakin memperbesar peluangnya untuk menjadi bagian dari enam pecatur puteri yang akan membawa nama Kalimantan Selatan pada ajang Pra PON.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Ketua Harian Pengprov Percasi Kalsel, Drs. H. Muhammad Amin, MT, pada tahap akhir pembentukan tim, Pengprov Percasi Kalsel membutuhkan enam pecatur puteri terbaik untuk memperkuat Tim Catur Pra PON Kalsel.
Nishfa mengatakan pencapaian pada tahap ketiga ini menjadi motivasi untuk meningkatkan intensitas latihan. Menurutnya, Pra PON merupakan ajang bergengsi yang akan mempertemukan para pecatur tangguh dan bergelar dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Ke depan saya harus lebih giat berlatih, karena Pra PON merupakan ajang yang sangat bergengsi. Lawan yang nantinya dihadapi tentunya para pecatur bergelar dan tangguh, perwakilan dari semua provinsi,” katanya.
Ia juga berharap dirinya bersama pecatur yang nantinya terpilih dalam Tim Catur Pra PON Kalsel dapat mengangkat kembali prestasi olahraga catur di Banua.
“Saya sangat berharap semoga kami yang terpilih sebagai perwakilan Tim Catur Pra PON Kalsel kembali bisa membangkitkan dunia percaturan di Kalsel dan bisa menembus Tim PON Kalsel,” harap Nishfa.
Percasi HSU Beri Apresiasi
Sementara itu, Ketua Pengcab Percasi HSU, MN Ahmad Raihan Hasa, SAg, SH, MH menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas capaian para atlet catur puteri HSU.
Menurutnya, prestasi Nishfa yang berhasil menjadi juara pertama menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih, pecatur puteri HSU lainnya juga mampu mengikuti jejak Nishfa dengan masuk dalam jajaran peserta yang berpeluang memperkuat Tim Catur Pra PON Kalsel.
Raihan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah HSU, Ketua KONI HSU, serta jajaran pengurus Percasi yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga catur di Kabupaten HSU. Terima kasih juga disampikan kepada Ketua Pengprov Percasi kalsel H. Jahrian beserta yg telah memfasiltasi terlaksananya kegiatan seleksi dari tahap awal sampai akhir.
Sebagai pelatih, Raihan menegaskan pola latihan para atlet akan terus ditingkatkan, termasuk menambah jam latihan secara intensif sebagai persiapan menghadapi Pra PON maupun Kejurnas Catur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Banten.
“Latihan akan lebih ditingkatkan, terutama dalam menganalisa opening, middle game, serta end game, agar pecatur lebih siap menghadapi pecatur-pecatur tangguh dari Pulau Jawa dan DKI,” terang Raihan.
Sementara itu, proses Seleksi Tahap III Pembentukan Tim Catur Pra PON Putera Kalsel belum selesai.
Babak pertama hingga keempat telah dilaksanakan bersamaan dengan seleksi puteri pada 29–30 Agustus 2026. Masih tersisa dua babak, yakni babak kelima dan keenam, yang akan dilanjutkan pada 8–9 September 2026 mendatang.
Dari 10 pecatur putera yang lolos dari Seleksi Tahap II, nantinya akan dipilih 6 pecatur terbaik untuk menjadi bagian dari Tim Catur Pra PON Kalsel.
Dengan demikian, rangkaian seleksi pembentukan tim ini menjadi proses panjang dan kompetitif. Dimulai dari Kejurprov sekaligus seleksi tahap awal dengan menyaring 30 putera dan 10 puteri, dilanjutkan dengan Seleksi Tahap II yang mempertemukan 34 putera dan 14 puteri, hingga akhirnya mengerucut menjadi persaingan terakhir untuk menentukan 6 pecatur putera dan 6 pecatur puteri terbaik yang akan membawa nama Kalimantan Selatan pada ajang Pra PON. (ful/KPO-3)















