Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

PUPR Banjarmasin Gandeng TNI Bangun Jembatan Darurat Untuk Warga Mantuil

×

PUPR Banjarmasin Gandeng TNI Bangun Jembatan Darurat Untuk Warga Mantuil

Sebarkan artikel ini
IMG 20260830 WA0062 e1788093793105
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin H Chandra Iriandhy W saat dimintai Keterangan soal ambruknya Jembatan di Mantuil, Minggu (30/8/2026). (Kalimantanpost.com/Nug)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Insiden putusnya Jembatan Sakaharang di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan pada Minggu (30/8/2026) siang, memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Akses vital warga yang lumpuh total tersebut langsung direspons secara agresif oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin melalui pengerjaan langkah darurat, demi memastikan urat nadi perekonomian masyarakat tidak terhenti.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, H Chandra Iriandhy W, tak menampik abruknyq infrastruktur jembatan ini sangat mengejutkan, namun pemicu utamanya sudah mulai teridentifikasi dengan jelas. Ia menyebutkan beban muatan kendaraan berat yang melintas disinyalir kuat menjadi biang kerok hancurnya struktur jembatan.

Kalimantan Post

“Memang jembatan ini kan terletak di jalur strategis, kebetulan tadi ada truk dengan muatan yang melebihi kapasitas jalan yang diperbolehkan melintas,” ungkap Chandra.

Menyikapi kondisi krisis dan terisolasinya warga setempat, Chandra memastikan pihaknya tidak tinggal diam dan langsung mengeksekusi pengadaan jalur darurat di lapangan. “Terkait informasi pembuatan jembatan sementara, saat ini kami lagi menunggu jembatan sementara dari bantuan Denzipur, tim PUPR sudah berkoordinasi agar ini segera ditindaklanjuti hari ini,” tegasnya kepada awak media, termasuk Kalimantanpost.com, Minggu (30/8).

Meski bantuan jembatan bailey dari pihak TNI tersebut akan segera dipasang dalam waktu dekat, Chandra mengingatkan konstruksi tersebut murni sebagai pertolongan pertama bagi warga Mantuil. Jembatan darurat ini diprioritaskan semata-mata agar mobilitas harian, terutama distribusi logistik dan pergerakan warga, tidak lumpuh sepenuhnya.

“Ini tentunya akan kita pakai sementara saja, nanti kita akan perbaiki secara menyeluruh untuk jembatan ini, mudah-mudahan pendataannya bisa diakomodir pada (anggaran) perubahan ini,” jelasnya.

Untuk realisasi fisik pembangunan ulang secara permanen dan total, Chandra menyebutkan pelaksanaannya tidak bisa dieksekusi secara instan pada tahun ini karena membutuhkan perhitungan teknis dan alokasi dana yang besar.

Baca Juga :  'Membandel', Pedagang Pasar Lama Banjarmasin Kembali Langgar Batas Jualan, Relokasi Disiapkan

“Untuk perbaikan yang seperti ini, kita akan perbaiki di 2027 seluruhnya, dan saat ini kita fokus lakukan pendataan updating-nya dulu di APBD Perubahan ini,” tambahnya.

Langkah taktis yang diambil Dinas PUPR ini merupakan perpanjangan tangan dari instruksi langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang sebelumnya telah turun menginspeksi lokasi kejadian. Kepala daerah tersebut telah mewanti-wanti Dinas PUPR agar peristiwa putusnya Jembatan Sakaharang menjadi alarm keras untuk memetakan kembali kondisi jembatan-jembatan tua di Kota Seribu Sungai dan menyiapkan opsi jalan alternatif ke Mantuil.

Sebagai penutup, Chandra berkomitmen penuh untuk mengawal proses pemulihan akses masyarakat Mantuil ini hingga tuntas tanpa mengabaikan aspek keselamatan teknis. Ia berharap masyarakat setempat bisa bersabar dan tetap berhati-hati selama proses perakitan jembatan sementara berlangsung, demi mewujudkan aksesibilitas yang aman hingga jembatan permanen yang lebih kokoh berdiri pada tahun 2027 mendatang. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan