Banjarbaru, KP— Jalan sehat biasanya identik dengan olahraga dan doorprize. Namun, warga Kelurahan Guntung Paikat punya cara berbeda. Mereka membawa botol plastik bekas dari rumah untuk ditukar dengan kupon hadiah sekaligus disedekahkan bagi relawan pemadam kebakaran (Damkar).
Hasilnya, sebanyak 126 kilogram botol plastik berhasil dikumpulkan dalam kegiatan Jalan Sehat dan Sedekah Sampah Botol Plastik dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (30/8).
Sampah botol plastik tersebut tidak langsung dibuang. Botol dikumpulkan dan dipilah untuk kemudian dijual. Hasil penjualannya akan diberikan kepada relawan Damkar sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap petugas yang selama ini berjibaku menangani kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Konsep tersebut sekaligus menjadi cara Kelurahan Guntung Paikat menggabungkan olahraga, kepedulian lingkungan dan aksi sosial dalam satu kegiatan.
Ada aturan unik yang diterapkan panitia. Warga yang ingin memperoleh kupon doorprize diwajibkan membawa minimal dua botol plastik bekas dari rumah dan menyerahkannya kepada Ketua RT masing-masing.
Setiap warga yang menyetorkan sampah mendapatkan satu kupon untuk mengikuti pengundian berbagai hadiah. Mulai kulkas, televisi, kipas angin, kompor gas, dispenser, magicom, setrika, kettle, blender, speaker aktif hingga sejumlah hadiah lainnya.
Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat agar perayaan HUT RI tidak sekadar menjadi ajang hiburan. Kegiatan diharapkan memberikan manfaat bagi kesehatan, lingkungan sekaligus masyarakat.
“Perayaan kemerdekaan tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa pesan tentang kesehatan, kebersihan lingkungan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita dengan titik start dan finis di Kantor Kelurahan Guntung Paikat. Peserta menempuh rute sekitar 2,3 kilometer dengan mengusung tema “Langkah Sehat, Guntung Paikat Bersih, Banjarbaru Emas, Indonesia Maju.”
Antusiasme warga terlihat dari jumlah sampah yang terkumpul. Sebanyak 126 kilogram botol plastik menjadi bukti bahwa sampah rumah tangga dapat memiliki nilai ketika dikelola bersama.
Menurut Reza, dua botol plastik yang dibawa satu warga mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan bersama oleh masyarakat satu kelurahan, jumlahnya dapat mencapai ratusan kilogram dan menghasilkan manfaat bagi orang lain.
“Bantuan yang kami berikan mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan para relawan tidak berjalan sendiri. Ada masyarakat yang peduli dan mendukung,” tuturnya.
Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari inovasi unggulan Kelurahan Guntung Paikat, GAPAI BERKAH. Program ini mendorong masyarakat mengumpulkan dan memilah sampah bernilai ekonomis untuk kemudian dimanfaatkan kembali bagi kegiatan sosial.
“Jangan langsung menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Jika dikelola bersama, sampah bisa menjadi sumber manfaat,” katanya.
Reza mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai jajaran kelurahan, RT/RW, TP PKK dan kader, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, relawan hingga masyarakat.
Rangkaian HUT ke-81 RI di Guntung Paikat juga dilanjutkan dengan lomba domino dan catur antar-RT/RW pada 31 Agustus hingga 1 September. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan syukuran, doa bersama dan makan bersama.
Reza berharap semangat gotong royong yang terbangun melalui kegiatan tersebut terus berlanjut meski rangkaian peringatan HUT RI telah berakhir.
“Kelurahan yang kuat bukan hanya karena program pemerintahnya, tetapi karena masyarakatnya mau bergerak dan peduli bersama,” tegasnya.
Jalan sehat itu pun meninggalkan lebih dari sekadar jejak langkah. Warga mendapatkan manfaat kesehatan, lingkungan menjadi lebih bersih, sampah memiliki nilai ekonomi, dan relawan Damkar mendapat dukungan dari masyarakat.(Dev/K-5)















