BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Keabsahan juara Kompetisi Piala Soeratin U-15 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 tim Junior 2000 Banjarmasin dipertanyakan dan di protes tim Haus Soccer Banjarmasin.
Protes yang dilayangkan SSB Haus Soccer tersebut karena Tim Junior 2000 yang sebelumnya sudah dinyatakan tersisih pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin, tiba-tiba diperkenankan tampil di Piala Soeratin Zona Kalimantan Selatan U-15.
Uniknya lagi, setelah Tim Junior 2000 berhasil meraih juara Soeratin U-15 Kalsel, tiba-tiba yang merayakan keberhasilan kemenangan dan mengunggah di sosial medali instagram adalah tim Bintang Kalimantan Sukses (BKS) bukan atas nama Junior 2000.
Terlepas itu semua, keikutsertaan Junior 2000 di Piala Soeratin U-15 pun sempat secara lisan dilakukan protes oleh pelatih Haus Soccer Banjarmasin, Indra Syafruddin ke tim BKS.
“Sejak penyisihan kami melakukan protes secara lisan dan menyampaikan ke official BKS. Kami akan melakukan protes apabila bertemu BKS yang menggunakan Akun SIA PSSI milik Junior 2000 yang sudah tidak lolos. Ini secara administrasi itu melanggar aturan PSSI,” papar Indra, Selasa (1/9/2026).
Logikanya, lanjut dia, tim yang sudah tersingkir di babak penyisihan tingkat Kota Banjarmasin nama tidak bisa lagi bertanding ke tingkat propinsi.
Pihaknya, lanjut dia, sebelum laga final Piala Soeratin U-15 melayangkan surat keberatan dan protes secara tertulis kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Kalsel,” tandasnya.
Menurut Indra, protes itu dilakukan tak semata-mata berkaitan dengan hasil pertandingan final, namun pihaknya juga mempertanyakan status Junior 2000 yang menurutnya telah tersingkir pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin.
“Terlepas dari hasil menang atau kalah, kenapa nama Junior 2000 yang sudah kalah di penyisihan tingkat Kota Banjarmasin, bisa bermain lagi di tingkat provinsi,” katanya.
“Berdasarkan laporan resmi Askot PSSI Kota Banjarmasin ke Asprov PSSI propinsi Kalsel tidak ada menyebutkan tim Junior 2000 yang lolos,” tegasnya.
Berdasarkan laporan tertulis kompetisi tingkat Kota Banjarmasin ke tingkat provinsi, HAUS Soccer keluar sebagai juara, sedangkan Bintang Kalimantan Sukses (BKS) menjadi runner-up.
Kedua tim tersebut kemudian berhak mewakili Kota Banjarmasin pada kompetisi Piala Soeratin U-15 tingkat provinsi.
Indra Syafrudin menambahkan, yang menjadi persoalan kemudian adalah, saat bertemu di grand final tingkat provinsi, pemain yang merupakan pemain BKS justru tampil menggunakan nama Junior 2000 yang berlangsung di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut pada Minggu (30/8).
Di laga final tersebut kedua tim bermain imbang 0-0 dan akhirnya untuk pemenang dilaksanakan adu penalti. Junior 2000 menang 5-4 atas Haus Soccer Banjarmasin.
Indra pun berharap protesnya diterima Komdis PSSI Kalsel dan tim Junior 2000 Banjarmasin agar di diskualifikasi. “Di surat protes kami itu meminta agar Junior 2000 di diskualifikasi,” tegasnya.
Sementara itu Sekretaris Umum Asprov Provinsi Kalimantan Selatan, Bhaktiansyah yang dihubungi terkait protes Haus Soccer terkait status Junior 2000 yang menurutnya telah tersingkir pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin tapi diperkenankan tampil di Zona Kalsel hingga berita ini diturunkan tak menjawab. (ful/KPO-3)















