Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Bakula Water, Bagian dari Investasi Cukup besar

×

Bakula Water, Bagian dari Investasi Cukup besar

Sebarkan artikel ini
1 2 klm Bakula Water
Kepala Dinas Pupr Kalsel, M. Yasin Toyib (kanan) meninjau peralatan produksi

Banjarbaru, KP – Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Bakula Water milik Pemprov Kalsel, yang dikelola Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula selama ini hanya diedarkan internal.

Hanya untuk memenuhi kebutuhan air minum lingkup Pemprov Kalsel.

Kalimantan Post

Bakula water sebelumnya tidak diedarkan kepada konsumen secara umum. Penyebabnya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Terbaru per tanggal 31 Agustus 2026 tadi izin edar BPOM telah keluar. Oleh karena itu produk tersebut akan dipasarkan secara umum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, menyampaikan bahwa izin edar dari BPOM telah resmi terbit pada 31 Agustus 2026.

Dengan keluarnya izin tersebut, Bakula Water kini secara resmi dapat diedarkan kepada masyarakat umum.

“Semoga proses produksi dan pemasaran Bakula Water dapat berjalan beriringan.

Kehadiran produk AMDK tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya bagi BPAM Banjarbakula dan pemprov,” papar Yasin, Kamis (3/9).

Menurutnya, pengembangan Bakula Water merupakan bagian dari investasi yang cukup besar.

Nilai investasi untuk mesin pengolahan, bangunan hingga kebutuhan distribusi disebut mencapai sekitar Rp5,6 miliar.

Dengan adanya investasi tersebut, target pendapatan ke depan juga diharapkan meningkat. “Tentunya dengan ada investasi, pasti diharapkan target akan berubah. Targetnya akan lebih besar lagi dari tahun-tahun kemarin,” katanya.

Kinerja BPAM Banjarbakula sepanjang 2026 juga telah melampaui target pendapatan yang ditetapkan.

Dari target Rp25 miliar dalam setahun, realisasi pendapatan hingga September telah mencapai sekitar Rp30 miliar.

“Capaian tersebut, tidak terlepas dari kerja keras jajaran BPAM Banjarbakula dalam menjaga mutu serta memelihara dan mengembangkan unit usaha yang dikelola,” tutup Yasin.

Baca Juga :  Sekda Kalsel: Penanganan Karhutla Perlu Dukungan Lintas Kementerian

Dari sisi produksi, bakula water tidak menghadapi kendala berarti dalam penyediaan bahan baku. Sebelumnya, proses produksi masih menunggu izin edar BPOM dan penyelesaian label kemasan.

“Secara produksi, kami tidak ada masalah untuk bahan baku. Tinggal menunggu BPOM dan labelnya. Insyaallah dalam waktu dekat ini akan siap untuk dipasarkan,” kata Kepala BPAM Banjarbakula, Wahyu.

Dari sisi kapasitas, Bakula Water mampu memproduksi sekitar 4.000 botol per jam.

Produksi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal operasional perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Bakula Water disiapkan dalam sejumlah ukuran kemasan, yakni 220 mililiter, 330 mililiter, 600 mililiter, 1.200 mililiter, serta kemasan galon.

Seluruh kemasan tersebut diproduksi menggunakan mesin sendiri.

“Untuk kemasan ada versi 220, 330, 600, 1.200, plus satu galon. Semuanya dicetak sendiri,” katanya.

Pada tahap awal, distribusi Bakula Water akan menyasar lingkungan Pemprov Kalsel.

Selanjutnya, pemasaran akan diperluas secara bertahap hingga dapat dijangkau masyarakat umum.

Untuk harga, Bakula Water kemasan 330 mililiter dipatok Rp31.500 per pak.

Sementara untuk kemasan galon, harganya Rp50.500, sesuai dengan tarif yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda). (mns/K-2)

Iklan
Iklan