Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Marabahan Bukan Sekadar Ibu Kota Administratif, Punya Nilai Sejarah dan Posisi Strategis

×

Marabahan Bukan Sekadar Ibu Kota Administratif, Punya Nilai Sejarah dan Posisi Strategis

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 134058

BATOLA, Kalimantanpost.com – Marabahan dinilai memiliki posisi strategis untuk tetap dikembangkan sebagai ibu kota Kabupaten Barito Kuala (Batola). Keberadaan Marabahan tidak hanya berkaitan dengan fungsi administratif pemerintahan, tetapi juga memiliki nilai sejarah serta posisi geografis yang strategis bagi perkembangan wilayah.

Pandangan tersebut disampaikan mantan Anggota DPR RI, H Depriadi, saat menerima silaturahmi sejumlah tokoh pemuda di Masjid Latanzan yang baru dibangunnya di Kabupaten Barito Kuala, belum lama ini.

Kalimantan Post

Menurut Mantan Wabub Tanah Bumbu, Depriadi, secara geografis Marabahan berada pada posisi yang relatif strategis. Jarak menuju wilayah perbatasan di bagian hulu maupun ke arah Kota Banjarmasin relatif berimbang, sekitar 60 kilometer. Kondisi tersebut menjadikan Marabahan memiliki potensi sebagai salah satu simpul penghubung antarwilayah di Kalimantan Selatan.

Ia menilai, perkembangan kawasan di bagian selatan Batola yang lebih pesat tidak serta-merta menunjukkan bahwa Marabahan kehilangan posisi strategisnya. Perkembangan tersebut lebih banyak dipengaruhi kedekatan kawasan dengan Kota Banjarmasin sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan dan jasa.

“Jadi bukan karena Marabahan tidak strategis. Kawasan selatan berkembang lebih cepat karena lebih dekat dengan Banjarmasin,” ujar mantan Humas Pemkab Batola ini.

Di sisi lain, Marabahan memiliki akar sejarah dan kultur yang kuat sebagai pusat wilayah Barito Kuala. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Barito dan perjalanan terbentuknya wilayah Barito Kuala sebagai bagian dari Kalimantan Selatan.

Depriadi juga mengingatkan, sejak masa lampau kawasan Muara Bahan telah dikenal sebagai jalur perdagangan dan pelabuhan sungai. Istilah Muara Bahan berkaitan dengan pertemuan Sungai Bahan dan dalam perkembangannya dikenal sebagai kawasan Bandar Marabahan.

“Sejak dulu Muara Bahan sudah menjadi jalur perdagangan dan pelabuhan sungai. Artinya, Marabahan memang memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas masyarakat di wilayah Barito,” katanya.

Baca Juga :  Sekretaris Bank Kalsel Firmansyah Sebut Jangan Sampai Konten Viral Disamakan dengan Berita

Karena itu, menurut Depriadi, persoalan yang lebih penting bukan memperdebatkan kembali lokasi ibu kota atau memindahkannya ke wilayah lain. Pemerintah daerah justru perlu memperkuat konektivitas dan membangun Marabahan menjadi kota yang representatif.

Pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan akses jalan dan jembatan, menjadi salah satu kunci. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk memperkuat konektivitas Marabahan dengan wilayah lain di Batola maupun daerah sekitarnya.

Ia mencontohkan keberadaan Jembatan Humpiang yang diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat.

“Marabahan harus terus ditumbuhkan menjadi kota yang layak dan representatif. Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Kuala,” demikian H Depriadi yang dikenal politisi Gerindra Kalsel ini.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan