Pesilat Kalsel dambakan realisasi pembangunan Padepokan

Banjarmasin, KP – Mencermati berbagai keberhasilan mengukir prestasi para pesilat dari Kalimantan Selatan, baik di kancah nasional maupun intenasional, menggugah para Pengurus IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)Kalsel agar padepokan yang sejak lama didambakan akan benar-benar direalisasikan.

Ketua Harian IPSI Kalsel H Djumadri Masrun dan Sekretaris IPSI H Widharta Rachman, mengutarakan kepada ‘Kalimantan Post’ di Banjarmasin, Rabu (21/11) kemarin, prestasi yang diukir para pendekar banua sudah tidak perlu disanksikan lagi, jadi sangat wajar kalau mereka bisa memiliki fasilitas yang refresentatif untuk tempat berlatih, sehingga diyakini akan mampu menunjukkan prestasi yang lebih baik lagi.

Masyarakat Persilatan di Kalimantan Selatan pernah merasakan kegembiraan luar biasa pda tahun 2017 lalu, karena Pengurus IPSI berencana akan membangun Padepokan yang bisa digunakan untuk tempat latihan dan arena pertandingan Pencak Silat.

‘’Pembangunan Padepokan yang diusulkan ada dua pilihan tempat ini di perkirakan realisasinya akan dilaksanakan pada tahun ini, yakni tahun 2017 lalu,’’ cerita pak Djum sapaan akrab Ketua Harian IPSI Kalsel.

Rencana pembangunan padepokan diusulkan KONI Kalsel di Komplek GOR Hasanuddin HM Banjarmasin namun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel mengarahkan di eks Lapangan Tenis Jalan Jenderal Gatot Subroto Banjarmasin.

“Usulan ini sejak tahun 2016 bahkan sebelumnya pada 2013 kita sudah usulkan namun usulan ini diperbaharui lagi di tahun 2016,sejak jaman Gubernur H Rudy Ariffin dan Sekdaprov H Muhlis Gafuri,’’ papar pak Djum.

Adanya keinginan dunia persilatan di Kalsel, untuk memiliki padepokan yang refsesentatif, bisa digunakan untuk latihan juga untuk menggelar pertandingan, karena akan dilengkapi dengan fasilitas tribune.

‘’Mudah-mudahan harapan sejak tahun 2017 ini pembangunan padepokan Silat bisa terealisasi pada tahun 2018 ini atau tahun 2019 mendatang,” harap Widharta.

Pria yang menjabat Wakil Kepala SMKN 3 Banjarmasin ini juga menambahkan,jika pembangunan padepokan Silat jadi dibangun di kawasan Gatot Subroto Banjarmasin hal ini juga akan mudah diakses dari arah manapun karena tempatnya cukup strategis.

“Saya rasa pembangunan padepokan Silat di Gatot cukup strategis karena mudah diakses dari arah manapun baik dari Banjarmasin Utara,Selatan,Tengah,bahkan Barat,padepokan ini juga dilengkapi dengan tribun untuk menyaksikan pertandingan,”ungkapnya.

Widharta berharap semoga hajat masyarakat Persilatan di banua bisa terlaksana dengan baik mengingat Pencak Silat merupakan karakter dan budaya masyarakat yang telah menunjukkan prestasi luar biasa untuk mengharumkan nama banua juga nama bangsa di kancah internasional, seperti di Asian Games 2018 tadi, Pencak Silat menjadi penyumbang medali terbesar yang menempatkan Indonesia berada diperingkat empat dibawah China, Jepang, dan Korea Selatan. (rel/k-9)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...