BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kondisi jalan di kawasan Simpang Jelai Tembus Mantuil yang menjadi akses utama menuju SDN Basirih 10 Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali menjadi sorotan. Kerusakan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu kini dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa, terlebih karena jalan tersebut setiap hari dilalui para pelajar untuk menuju sekolah.
Di lapangan, ruas jalan tampak dipenuhi genangan air di sejumlah titik. Permukaan jalan yang rusak membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Situasi ini bahkan telah berlangsung kurang lebih lima tahun tanpa penanganan yang benar-benar tuntas. Warga sekitar pun mengaku kondisi tersebut kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat curah hujan tinggi.
Menanggapi persoalan itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi akses pendidikan yang dinilai tidak layak.
Menurutnya, jalan menuju SDN Basirih 10 memiliki peran penting karena menjadi jalur utama yang digunakan anak-anak sekolah setiap hari. Ia menegaskan persoalan tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Komisi III pun tidak ingin hanya berhenti pada tahap menerima laporan. Ridho mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin agar segera menindaklanjuti perbaikan jalan tersebut.
Dalam waktu dekat, Komisi III juga berencana melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke lokasi dengan melibatkan pihak PUPR guna melihat langsung kondisi sebenarnya di lapangan.
Langkah tersebut disebut serupa dengan pola pengawasan yang sebelumnya dilakukan Komisi III saat meninjau persoalan infrastruktur lainnya di Kota Banjarmasin. Dengan turun langsung ke lokasi, DPRD berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan dan tidak kembali berlarut-larut. Apalagi, akses jalan yang layak dinilai menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
Komisi III DPRD Kota Banjarmasin memastikan akan terus mengawal rencana perbaikan hingga benar-benar terlaksana. Menjelang momentum peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin, Ridho berharap tidak ada lagi persoalan infrastruktur yang terbengkalai, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik dan akses pendidikan.
Baginya, keselamatan serta kenyamanan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota. (nug/KPO-3)















