Bawa 1 Kg Shabu dan 100 Ektasi Jaringan Banua Anam Libatkan Napi

BANJARMASIN, KP – Lagi-lagi, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menggagalkan peredaran narkoba. Sebanyak 1 Kilogram (Kg) lebih shabu dan 100 butir ekstasi berhasil diamankan dari dua orang pria.

Mulanya, Syaifullah dipanggil Usai tertangkap tangan petugas ketika sedang menguasai dan membawa barang bukti 12 paket shabu besar dengan berat kotor 1.035,77 gram (bersih 1.016,09 gram) dan empat paket shabu kecil dengan berat kotor 2,23 gram (bersih 1,51 gram) dan 100 butir XTC warna biru logo tulip berat bersih 31 gram.

Pria kelahiran 17 Mei 1977 tersebut diamankan saat berada di kamar 202

hotel Rajawali, Sabtu (5/10) sekitar jam 17.00 WITA.

“Buruh yang sesuai sesuai SIM beralamat di Desa Danau Panggang RT 06 RW 03 No. 240, Danau Panggang, Hulu Sungai Utara ini, ditangkap atas laporan yang diterima petugas,” ungkap Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Sigit Kumoro, SIK, Jumat (11/10).

Selain shabu dan ekstasi, barang bukti lain yang diamankan dari terduga pengedar ini, yakni dua pipet kaca yang masih ada sisa shabu, tiga buah sendok shabu, satu bendel plastic klip, satu timbangan digital merk HARNIC, tiga kantong plastik, satu dompet kecil warna hitam motif bunga dan satu tas belanja warna hijau serta tiga HP berbagai merk plus simcard.

Yang menggagetkan, hasil pengembangan polisi dari ‘nyanyian’ terduga jariangan enam banua ini, justru mengarah ke Lapas Kelas IIA Banjarmasin, untuk menjemput Rusdi disapa Iping (45), sekira pukul 18.00 WITA.

Dari Napi Lapas Teluk Dalam Banjarmasin ini, disita pula dua HP yang diduga digunakan sebagai alat berkomunikasi dengan Usai.

Dari tangkapan ini, total 16 paket shabu dengan berat kotor 1.038 gram (bersih 1.017,51 gram) atau 1 Kg lebih yang diamankan.

“Kemudian kedua tersangka beserta barang bukti yang disita dibawa oleh petugas ke kantor Ditresnarkoba Polda Kalsel untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” sebutnya.

Dari analisa berdasarkan identitas kedua tersangka, kata Sigit, mereka ini satu daerah, yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jadi, coba telusuri jaringannya yang biasa mengedarkan narkotika di kawasan Banua Anam atau di bagian utara Kalsel.

“Lalu warga binaan pemasyarakatan berinisial RS (45) ini kami tangkap dari hasil pengembangan seorang pengedar yang kami ringkus di hotel Rajawali, yakni Usai,” jelasnya.

Atas kasus dugaan peredaran gelap dan atau penyalahgunaan narkotika golongan I jenis shabu ini, keduanya disangkakan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(fik/K-4)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...